Berita

fahri hamzah/net

Dunia

TRAGEDI MINA 2015

Memprihatinkan, 225 Jamaah Indonesia Dikabarkan Hilang

SABTU, 26 SEPTEMBER 2015 | 08:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Ketua Tim Pengawas haji DPR RI, Fahri Hamzah mengaku sangat prihatin karena pemerintah Indonesia baru mengungkap adanya total 225 jamaah haji Indonesia yang hilang atau belum teridentifikasi posisi mereka sejak Tragedi Mina, Jumat (24/9) kemarin. Jumlah ini tidak termasuk tiga korban dipastikan wafat dan enam yang dirawat di rumah sakit.

"Berita ini tentunya menambah terusik suasana dan ketenangan masyarakat Indonesia umumnya dan khususnya bagi keluarga yang ditinggalkan," kata Fahri dalam rilis yang diterima redaksi, Sabtu (26/9).

Dengan adanya fakta ini, Fahri mendesak pemerintah Indonesia harus bertindak lebih profesional dan cepat. Pemerintah Saudi Arabia seyogyanya juga lebih siap dan terbuka dalam mengendalikan serta mengkomunikasikan manajemen jamaah sejak kedatangan sampai kepulangan khususnya di daerah rawan seperti Mina sekitarnya.


"Selayaknya pemerintah Saudi segera mengungkap identitas seluruh korban wafat (717 jamaah); nama, negara dan keterangan lain yang relevan," pintanya.

Kemudian segera mendata jamaah yang terluka (863 jamaah) baik yang masih berada di rumah sakit maupun di tempat penampungan lainnya. Pihak pemerintah Indonesia pun harus segera berkoordinasi dengan semua pihak dan bekerja secara proaktif untuk menjelaskan posisi dari 225 nama yang dikabarkan hilang.

Sebetulnya, lanjut Fahri, tidak terlalu sulit untuk mengecek karena sejak awal database jamaah Indonesia cukup lengkap untuk memantau kelompok dan pergerakan kelompok jamaah berdasarkan kloter, KBIH, dan lain-lain.

"Kita berharap agar pemerintah Indonesia secara  maksimal menggunakan waktu dan fasilitas yang ada untuk mencari posisi sisa jamaah kita," ujarnya.

"Tentu, kita berdoa dan berharap bahwa jamaah kita masih hidup dan berpindah konsentrasi tempat  badah dan atau tempat tinggal sementara. Semoga tidak kagi terjadi penambahan jumlah korban meninggal dunia atau sakit," demikian Fahri.[wid]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya