Berita

asman abnur/net

Politikus PAN Usul Bangun Rumah Sakit Indonesia di Mekkah dan Madinah

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2015 | 05:40 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sebagian besar jamaah haji Indonesia berada dalam usia senja. Karena itu, masalah kesehatan selalu menjadi satu sorotan penting dalam setiap pelaksanaan ibadah haji. Sebab,

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Asman Abnur menilai, pemerintah perlu mendirikan rumah sakit di Makkah dan Madinah. Rumah sakit inilah yang nantinya khusus melayani perawatan kesehatan jamaah Indonesia yang melakukan ibadah haji dan umrah.

"Tapi kalau di hari biasa, bisa melayani publik juga. Supaya alatnya nggak mubazir," ujar Asman Abnur sebagaimana dilansir JPNN (Jumat, 25/9).


Ide itu muncul usai ia meninjau pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi, beberapa waktu lalu. Fokus perhatiannya pada masalah kesehatan. Selama ini, pemerintah menerapkan sistem sewa rumah sakit untuk pelayanan kesehatan jamaah haji dan umrah asal Indonesia. Padahal, pasti ada saja gangguan kesehatan yang dialami jamaah Indonesia di sana.

Satu contohnya dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Kondisi cuaca yang ekstrem tengah melanda Arab Saudi. Suhu udara di sana mencapai 58 derajat celcius. Suhu udara ini berbeda dengan kondisi di tanah air.

"Kemarin itu, banyak jamaah kita di sana mengalami dehidrasi," ujarnya.

Komisi IX DPR RI, kata Asman, akan mendorong pemerintah untuk mewujudkan rumah sakit tersebut. Pemerintah dapat bekerjasama dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk masalah pendanaan.

Untuk urusan tenaga medis, Kementerian Kesehatan memiliki dua pilihan. Dapat merekrut tenaga medis dari Arab atau dari Tanah Air. Namun, ia menganjurkan untuk mendatangkan dokter dari Indonesia. Sebab, dokter Indonesia lebih mengetahui tipikal kesehatan orang Indonesia ketimbang dokter-dokter dari Arab. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya