Berita

ilustrasi/net

HARI RAYA KURBAN

Sapi Madura Paling Laku untuk Kurban

RABU, 16 SEPTEMBER 2015 | 08:37 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Harga sapi kurban terus merangkak naik menjelang Hari raya Kurban yang kian dekat. Dan kebanyakan sapi untuk kurban yang paling diminati adalah dengan berat hidup rata-rata 250-300 kg.

Menurut Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar Jawa Timur, Muthowif, harga sapi dengan berat tersebut Rp 15-17 juta per ekor. Bahkan, harga sapi untuk kurban berpotensi terus naik sampai Hari Raya Idul Adha. Sebab, meski harganya naik, kebutuhan tetap tinggi.

"Khusus sapi kurban, yang paling laku adalah sapi madura. Tulang sapi itu kecil, kulitnya tipis, dan dagingnya padat," tandasnya sebagaimana dilansir JPNN (Rabu, 16/9).


Ketika harga sapi kurban naik, sapi pedaging untuk kebutuhan sehari-hari cenderung stabil. Sebab, sapi kurban yang tidak laku biasanya digunakan untuk sapi potong. Meski harga cenderung stabil, lanjut dia, belum lama ini pemerintah provinsi Jatim mengeluarkan surat edaran yang menyatakan memperbolehkan sapi bali masuk ke Jatim.

Surat tersebut, kata Muthowif, dikeluarkan Dinas Peternakan Jatim. Jadi, sapi bali boleh dipotong langsung, bukan dikembangbiakkan.

"Edaran tersebut menunjukkan bahwa sapi potong di Jatim defisit. Padahal, kalau sapi Jatim sudah surplus, tidak usah mendatangkan sapi dari luar Jatim," tegasnya. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya