Berita

puspayoga/net

Menteri Puspayoga Yakin Ekonomi Menggeliat Setelah Bunga Kredit KUR Diturunkan

RABU, 16 SEPTEMBER 2015 | 06:28 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kebijakan pemerintah yang memutuskan menurunkan bunga kredit usaha rakyat (KUR) dari 22 persen menjadi 12 persen bisa memberikan keuntungan tidak hanya kepada bank pelaksana tetapi juga menggairahkan sektor UKM di tengah melemahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga saat mengunjungi bank pelaksana untuk meninjau penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku UMK. Ada dua bank pelaksana di Jalan Melawai Raya, Jakarta Selatan yang dikunjungi, yakni Kantor Cabang Bank Mandiri Melawai dan Kantor Cabang Utama BNI Melawai.

"Kalau dulu dia (UKM) bayar bunga 22 persen, sekarang 12 persen. Artinya sudah ada untung 10 persen minimal sudah ada. Dan saya tanya kepada beberapa yang menerima KUR, ada warung tegal, warung padang, minimal pendapatan mereka 1,5 juta per hari dan minimal pekerja mereka 3 orang satu warung nah ini UKM ini memang menjadi backbone-nya ekonomi Indonesia. Di dalam pelemahan ekonomi mereka masih survive," katanya (Selasa, 15/9).


Dia yakin dengan kebijakan penuruan bunga KUR ini bisa membuat ekonomi kerakyatan kita makin bergeliat, apalagi mulai tahun depan, bunga KUR akan kembali diturunkan menjadi 9 persen. Dengan demikian menurutnya pemerintah bisa memangkas prosentase gini rasio.

"Nah inilah tujuan kita bagaimana kita bersinergi pemerintah, bank pelaksana dan tentunya para nasabah-nasabah itu, sehingga uang dari kredit yang diterima bisa dimanfaatkan dengan baik," ucap Menkop. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya