Berita

sudirman said/net

Politik

Cuma Jadi Jubir Wapres, Lebih Baik Sudirman Said Mundur!

RABU, 09 SEPTEMBER 2015 | 12:18 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, dikritik karena selama menjabat tidak pernah menelurkan kebijakan signifikan.

Sudirman yang berpengalaman sebagai pejabat di perusahaan bidang energi kini malah terlihat tidak punya terobosan memaksimalkan manfaat dari sumber daya energi Indonesia yang tak dimiiliki negara lain.

Sudirman pun disebut lebih pantas menjadi jurubicara Wakil Presiden Jusuf Kalla daripada menjadi Menteri ESDM.


"Kalau hanya menjadi jubir Wapres, mundur saja sebagai menteri ESDM. Saya yakin banyak sekali di negara ini orang yang jauh lebih cerdas dari dia soal energi, yang bisa menggantikan dia menjadi menteri," kata Sekretaris Jenderal ProDem, Satyo P. Komeng, kepada wartawan, Rabu (9/9).

Komeng mengatakan, seharusnya Sudirman Said menjadi pendekar energi yang cerdas memanfaatkan keunggulan sumber daya alam yang tidak dimiliki oleh negara lain.

Sudirman juga tak punya ide orisinil menyangkut polemik proyek ambisius pembangkit listrik 35.000 MW. Dia bahkan tidak menghadiri rapat proyek 35.000 MW yang dipimpin langsung Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli. Sudirman Said malah bikin acara sendiri di kantornya.

"Dia selalu copy paste dari Wapres JK. Kita semua tahu proyek listrik 35.000 MW adalah proyek ambisius Wapres dan hanya akan menjerumuskan negara ke dalam utang yang luar biasa banyak," ujar salah satu eksponen gerakan reformasi ini.

Daripada cuma menambah keributan dalam isu yang tak dipahaminya, Komeng mengajak Sudirman ikut andil mengatasi kerawanan pangan dan kedaulatan pangan. Terlebih saat ini banyak daerah sedang dilanda kekeringan sehingga target produksi padi dan perkebunan tidak terpenuhi.

"Menurut saya sekarang juga Sudirman Said harus mundur dari kursi menteri ESDM," tegasnya. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya