Berita

END OF WW2

Puan Maharani: Perang Tak Relevan Lagi

SABTU, 05 SEPTEMBER 2015 | 15:12 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ada pelajaran penting di balik acara perayaan ‎besar-besaran berakhirnya Perang Dunua II oleh Tiongkok, dan juga peringataan kemenangan Tiongkok atas Jepang, yang digelar Kamis lalu (3/9). Pelajaran penting itu diantaranya adalah bahwa p‎erang atau ekspansi sudah tidak relevan lagi dan bukan merupakan cara yang tepat dan manusiawi untuk menyelesaikan pertikaian antar negara.‎

Demikian disampaikan utusan khusus Pemerintah RI yang hadir dalam acara tersebut, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, sekembalinya dari Beijing. Selain Puan, sejumlah tokoh dunia seperti Presiden Rusia Vladimir Putin dan Sekjen PBB Ban Ki-Moon hadir pada perayaan itu. 

‎"Perang pasti menimbulkan korban jiwa yang begitu besar, harta benda, kerusakan lingkungan, biaya perang yg sangat mahal yang bisa digunakan untuk membangun kesejahteraan umat manusia dan bukan untuk menghancurkan kesejahteraan umat manusia yang sudah dengan susah payah dibangun," kata Puan beberapa saat lalu (Sabtu, 5/9). 

‎Ia menegaskan bahwa perdamaian dan pembangunan menjadi kepentingan bersama secara global. Karenanya upacara perayaan 70 tahun berakhirnya PD II yang dihadiri 33 kepala negara dan disemarakkan oleh parade militer dari 17 negara itu menunjukan bahwa perdamaian dan semangat anti-perang mendapat perhatian dan dukungan banyak negara. 

Selain itu Puan mengatakan, perayaan yang besar-besaran itu memberi pelajaran tentang semangat masyarakat Tiongkok dalam bekerja yang begitu disiplin hingga hal-hal kecil. Parade perayaan kemenangan Tiongkok atas Jepang itu menunjukkan adanya koordinasi kesatuan komando serta gotong royong masyarakat. 

‎"Upacara ini juga mencerminkan rasa nasionalisme dan patriotisme. Apa yang dilakukan oleh bangsa Tiongkok hari itu adalah untuk kepentingan nasional," tandas Puan yang berkesempatan berpose bersama dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan istrinya itu. 

‎Selain itu, kata Puan, perayaan itu juga memberikan pelajaran berharga tentang pembangunan karakter bangsa agar disiplin, menghormati orang tua,  rajin dan bekerja keras, tidak suka mengeluh dengan kedaan, tidak suka menyalahkan keadaan dan orang lain, pantang menyerah dan gotong royong ditanamkan sejak dini di rumah, di sekolah dan di lingkungannya. 

‎‎"Setiap anak sejak dini ditanamkan jiwa dan semangat nasionalisme, cinta dan bela negara," demikian Puan. [ysa]‎

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya