Berita

Tb hasanuddin/net

Pertemuan Setya Novanto Cs dengan Donald Trump Sangat Aneh dan Tidak Etis!

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2015 | 19:51 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pertemuan Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon dengan calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump, yang kemudian dilanjutkan dengan konpers dan dialog , seharusnya tidak boleh terjadi. ‎

"Pertemuan ini tak boleh terjadi kalau saja mereka paham aturan keprotokolan dan memahami standing position sebagai pejabat negara," kata anggota Komisi I DPR, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 4/9). 

‎TB melanjutkan bahwa kedatangan pimpinan DPR ke AS ‎dalam tugas negara dan dengan biaya negara pula , untuk hadir sebagai undangan di sidang PBB. Dengan demikian, seharusnya tak ada kunjungan lain yang dapat menimbulkan masalah politik. 

‎Kedua, sambung TB, sebagai pejabat negara dianggap tak etis mendatangi, berdialog dan konpers dengan salah satu calon , siapapun dia . Tindakan itu dapat mengundang antipati dari kelompok lawan politik Donald Trump , dan akan mengganggu hubungan Indonesia bila Trump kalah. 

‎ ‎"Di Indonesia saja, sangat tidak etis kalau sebagai Ketua DPR datang hanya kepada salah satu calon di pilkada, apalagi calon presiden di negeri orang, aneh sekali," ungkap TB.  

‎TBH melanjutkan bahwa seharusnya memang pimpinan DPR itu memang harus lebih banyak lagi belajar tentang etika berpolitik dengan negara luar," demikian TB Hasanuddin. ‎[ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya