Berita

FOTO:HUMAS PUSPEN PENUM TNI

Pertahanan

Pasukan Garuda Evakuasi 6 Ton Bahan Peledak Aktif di Afrika

SELASA, 07 JULI 2015 | 12:18 WIB | LAPORAN:

Ancaman bahan peledak aktif sebagai dampak pertikaian bersenjata yang berkepanjangan di CAR seperti sisa-sisa bahan peledak dan munisi berbagai kaliber yang memiliki daya ledak tinggi merupakan persoalan baru bagi usaha untuk menciptakan kemajuan perdamaian di Central African Republic (CAR).  

Untuk itu, dalam rangka menghadapi rencana Pemilu yang akan dilaksanakan pada Desember 2015 nanti, pemerintah beserta misi PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) di CAR, MINUSCA (United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) melakukan operasi pelucutan senjata atau DDR (Disarmament Demobilization Reintegration) untuk memastikan Pemilu dapat berjalan damai nantinya.

Seperti dikutip dari rilis Perwira Penerangan Konga XXXVII-A/Minusca, Mayor Kav Eddy Wijaya yang diterima redaksi (Selasa, 7/7), disebutkan bahwa saat ini masih banyak senjata serta munisi dan bahan peledak yangdipegang oleh milisi maupun masyarakat sipil. Kondisi ini menjadi perhatian khusus PBB, sehingga dilakukan proses DDR kemudian akan ditindaklanjuti dengan proses disposal (pemusnahan). Proses tersebut melibatkan pasukan Zeni yang memiliki kemampuan pendeteksian bahan peledak, termasuk pasukan perdamaian Indonesia.


Berkaitan misi ini, sejak kemarin (Senin, 6/7), satu tim penjinak bahan peledak Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXVII-A/Minusca melakukan pendeteksian di sebuah perkampungan yang terletak di Camp Beal, Bangui ibu kota CAR yang selama ini dikenal sebagai basis Milisi Seleka. Kegiatan tersebut melibatkan unsur tim Jihandak dengan perlengkapan Body Armor, Mine Detector, Bomb Blanket, Discrupter, Hook and line set.

Dipimpin oleh Perwira Seksi Operasi Lettu Czi M. Iqbal bersama beberapa personel UNMAS (United Nation Mine Action Service) yaitu salah satu badan PBB yang mengurusi persoalan bahan peledak dan ranjau di negara-negara konflik dengan perkuatan pengamanan dari peleton pengamanan, Satgas bersama dua unit Ranpur Anoa V2 serta pengamanan ring luar oleh Infanteri dari Congo Battalion dan Gabon Battalion bergerak menuju lokasi.

Lokasi yang dituju berupa gudang tua milik angkatan bersenjata CAR, FACA (Forced Armees Centraficaine) yang hingga kini masih dibekukan oleh pemerintah akibat keterlibatan mereka saat terjadi konflik tahun 2013 lalu. Dapat digambarkan, kondisi lokasi masih rawan kontak senjata serta belum diketahui jumlah dan besaran kekuatan bahan peledak sehingga menjadi kesulitan tersendiri bagi tim Jihandak Konga XXXVII-A/Minusca.  

Setelah dilakukan proses deteksi dan identifikasi selama satu jam terhadap tumpukan bahan peledak berupa ranjau anti-tank, granat tangan, roket, penggalak roket, TNT blok, munisi Mortir 60 serta munisi kaliber 7,62 dengan berat seluruhnya sekitar enam ton, lokasi baru dinyatakan aman. Proses selanjutnya adalah melakukan evakuasi terhadap semua bahan berbahaya tersebut ke tempat yang aman.

Proses pemusnahan dilakukan setelah muncul hasil proses DDR di daerah-daerah lain.Untuk saat ini, seluruh bahan peledak tersebut dikumpulkan oleh UNMAS di tempat yang aman.[wid]  

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya