Berita

salim said/net

Pertahanan

Metode Baru Jokowi Tangani Konflik Papua Diacungi Jempol

SABTU, 06 JUNI 2015 | 22:35 WIB | LAPORAN:

. Pemberian grasi kepada tahanan politik (Tapol) di Papua merupakan pendekatan baru guna meredam konflik di wilayah tersebut

Menurut pengamat Keamanan dan Politik Universitas Pertahanan, Salim Said keinginan pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla memberikan grasi kepada Tapol untuk meredam konflik di Papua adalah gebrakan baru. Karenanya, langkah itu patut diacungi jempol.

Kendati demikian, Salim menambahkan jika rencana tersebut dijalankan, pemerintah perlu mengevaluasi apakah kebijakan tersebut benar-benar berhasil meredam konflik di Bumi Cendrawasih


"Ya itu kan bagian agenda pak Jokowi menangani Papua. Menurut saya bagus. Itu merupakan terobosan dan cara baru dari pak Jokowi dalam menangani soal papua. Apakah berhasil atau tidak kita lihat nanti," ungkap Salim di Jakarta, Sabtu (6/6)

Sebelumnya, Jokowi berencana memberikan grasi kepada lima tahan politik Papua. Hal itu dikatakan Jokowi saat berkunjung ke Kota Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (9/5/2015) lalu.

Kelima orang yang akan terima grasi itu adalah Apotnalogolik Lokobal (20 tahun penjara), Numbungga Telenggen (penjara seumur hidup), Kimanus Wenda (19 tahun penjara), Linus Hiluka (19 tahun penjara) dan Jefrai Murib (penjara seumur hidup). Kelimanya terlibat pembobolan gudang senjata Kodim 1710/Wamena pada 2003 lalu.

Sebelumnya penahanan mereka dipindah ke Lapas Makasar kemudian di kembalikan ke Papua. Dua orang di Lapas Nabire dan tiga orang di Lapas Biak. Kelima tapol/napol itu, kini berada di Lapas Abepura guna menerima grasi dari Presiden Jokowi. [sam]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya