Berita

foto: net

Politik

Ada Banding, SK Menkumham Diklaim Masih Tetap Berlaku

SELASA, 19 MEI 2015 | 15:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pengadikan Tata Usaha Negara (PTUN) telah memutuskan untuk meminta Menkumham, Yasonna H Laoly untuk membatalkan Surat Keputusan (SK) yang mengesahkan kepengurusan Golkar versi Munas Ancol.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP Golkar kubu Agung Laksono, Bowo Sidiq Pangarso menilai bahwa secara hukum SK Menkumham masih sah dan berlaku karena Menkumham mengajukan banding atas putusan PTUN.

"Betul PTUN mengabulkan permintaan kubu Bali, tapi kan Menkumham banding," ujarnya saat ditemui di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta (Selasa, 19/5).


Dijelaskan Bowo, dengan adanya pengajuan banding Menkumham, maka SK pengesahan kepengurusan Agung tetap berlaku, karena saat ini proses pengadilan belum memiliki keputusan hukum tetap atau inkrah.

"Jadi SK Menkumham tak mati karena bunyi putusan PTUN kan meminta Menkumham membatalkan, dan sekarang Menkumham banding jadi tetap berlaku," jelasnya.

Proses hukum konflik Golkar, lanjut anggota Komisi VIII DPR ini, masih panjang lantaran Menkumham mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN). Bahkan seandainya kubu Ical menang dalam PTTUN, menkumham masih bisa menggugat melalui kasasi di Mahkamah Agung.

"Masih panjang prosesnya. Menkumham banding ke PTTUN, lanjut lagi ke tingkat Kasasi di MA, jadi masih sangat panjang," tandasnya.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya