Berita

ruhut sitompul/net

Politik

Ruhut Persilakan Hatta Rajasa Gabung Demokrat, tapi Bukan untuk Sekjen

SENIN, 18 MEI 2015 | 13:39 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Aturan di Partai Demokrat menyebutkan bahwa sekjen dan ketua umum dijabat oleh kader yang minimal sudah mengabdi selama lima tahun untuk partai. Bukan kemudian, tokoh luar yang pernah berprofesi sebagai menteri menjadi sekjen.

Begitu jawaban Jurubicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul menanggapi isu bahwa mantan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa dan mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan yang akan menduduki sekjen Demokrat mendampingi SBY.

"Tapi kalau Pak Hatta Rajasa mau gabung ke Demokrat, kami persilakan.
Mereka kan menteri yang dulu membantu SBY saat menjadi presiden," ujarnya saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Senin, 18/5).

Mereka kan menteri yang dulu membantu SBY saat menjadi presiden," ujarnya saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Senin, 18/5).

Namun begitu, lanjutnya, keputusan menunjuk dua nama mantan menteri di kabinet Indonesia bersatu jilid II itu menjadi sepenuhnya wewenang SBY. Ini lantaran, hanya SBY yang mengetahui sepak terjang siapa yang pantas didapuk duduk menjadi pengurus partai pemenang pemilu 2009 itu, termasuk menjadi sekjen.

"Diserahkan pada pak SBY. Beliau memegang semua rekam jejak kader. Semua keputusan Pak SBY yang terbaik untuk kader dan Demokrat," tandas anggota Komisi III DPR RI itu.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya