Berita

Pertahanan

Muhammadiyah, NU dan MUI Belum Counter Interpretasi Fiqih Jihad ISIS

SELASA, 05 MEI 2015 | 17:31 WIB | LAPORAN:

Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah belum terlihat berperan dalam melawan argumentasi jihad kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

"MUI, Muhammadiyah dan NU belum betul-betul bisa melawan argumentasi yang dikeluarkan oleh kelompok ISIS ini. Jadi kelompok ISIS ini malah mendapatkan banyak dukungan dan legitimasi," kata Direktur Institute for Policy of Conflict (IPAC) Sidney Jones dalam diskusi bertema "Evolusi ISIS di Indonesia" di gedung FISIP UIN Jakarta, Selasa (5/5).

Harusnya, Sidney yang merupakan pengamat terorisme ini menegaskan Muhammadiyah dan NU sebagai dua organisasi terbesar di Indonesia serta MUI bisa melakukan counter interpretasi fiqh jihad yang digunakan ISIS.


Justru sebaliknya, yang bisa melawan interpertasi fiqh jihad ISIS yang salah tersebut adalah kelompok-kelompok eks Jamaah Islamiyah atau kelompok ekstrimis lainnya. Pasalnya mereka terlihat lebih mahir dan efektif dengan penguasaan Quran dan Hadits untuk melawan argumentasi ISIS.

Tak hanya itu, portal atau media seperti arrahmah.com, voa-islam.com dan yang banyak diblokir oleh pemerintah belakangan ini, justru dinilai Sidney lebih ampuh membantah arugumentasi ISIS soal jihad.

"Banyak bahan-bahan dari website arrahmah, diprint lalu disebarkan disebarkan ke penjara-penjara berisis napi ekstrimis. Itu efektif,"kata Sidney

Makanya, Sidney maklum dengan banyaknya kelompok dan elemen masyarakat yang protes terhadap pemblokiran yang dilakuan oleh Kemenkomifo dan BNPT belakangan ini. Arrahmah dan portal Islam lain terbukti efketif menangkal arugemntasi jihad ekstirmis ISIS.[dem]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya