Berita

Pertahanan

Sidney Jones: Ancaman Gerakan JI Lebih Berbahaya Ketimbang ISIS

SELASA, 05 MEI 2015 | 16:16 WIB | LAPORAN:

Direktur Institute for Policy of Conflict (IPAC) Sidney Jones mengakui ancaman gerakan negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) dalam jangka panjang memang cukup mengkhawatirkan bagi Indonesia. Tapi ia justru lebih mengkhawatirkan ancaman organisasi Jamaah Islamiyah (JI).

Setelah perang yang dideklarasikan oleh ISIS di Irak dan Suriah berakhir, ia ingatkan bisa jadi banyak warga negara Indonesia (WNI) yang sudah trampil dan terlatih untuk berjihad akan melanjutkan misinya di Indonesia.

"Bisa saja terjadi ada perintah petinggi ISIS untuk lakukan sesuatu di Malaysia dan Indonesia. Atau bisa saja ada kelompok yang sudah dibaiat ISIS di Indonesia untuk membuat aksi perang  mendirikan negara Islam di Indonesia," kata Sidney dalam forum diskusi FISIP UIN bertema "Evolusi ISIS di Indonesia" di gedung FISIP UIN Jakarta, Selasa (5/5).


Tapi lanjut Sidney, tingkat ancaman tersebut masih terbilang rendah. Ditambah lagi belakangan berkat gempuran pasukan koalisi di Irak dan Suriah, kekuatan ISIS diakui berkurang. Selain itu, dalam lima tahun belakang, kelompok ISIS yang ada di Indonesia belum ada yang berhasil melancarkan aksi mereka baik melalui kekerasan ataupun pengeboman.

Justru, yang harus dikhawatirkan ancaman jangka panjang oleh JI. Bahkan belum lama, jaringan jihadis salafi di Suriah yang bernama Jabhat Al-Nusra (JN) mengaku mendukung JI dan menarik dukungan terhadap ISIS.

"JI ini kirim orang juga ke Irak dan Suriah, tapi untuk dikader dan dibekali keterampilan yang mumpuni. Beda dengan kelompok ISIS, merka mengirim orang untuk langsung berperang," kata Sidney.

Keterampilan yang didapat di Suriah dan Irak ini yang nantinya akan digunakan di target-target wilayah JI untuk menegakkan jihad dan mendirikan negara Islam, termasuk di Indonesia.

Saat ini menurut Sidney, petinggi JI memang mengakui jika jihad di Indonesia untuk masa sekarang kontraprodiktif dan mudrahatnya lebih banyak. Tapi tak menutup kemungkin melalui perubahan politk dan ekonomi di Indonesia yang tak terprediksi, kekuatan JI makin besar dan mereka bisa memulai aksi mereka di Indonesia.

"Jadi menurut saya kalau untuk Indonesia, ancaman jangka pendek dan menegah itu bisa dari ISIS. Tapi untuk jangka panjang saya lebih khawatir jaringan JI. JI ini lebih terstuktur, ada seleksi ketat, pelatihannya rapi. Mereka sekarang ini sudah benerasi ketiga dari gerasi pertamanya (Darul Islam). Pesan saya keep an eye on JI," kata Sidney, mengakhiri.[wid]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya