Berita

Politik

Sikap PMKRI Tak Mau Terkontaminasi Kepentingan Penguasa Dipuji

SABTU, 25 APRIL 2015 | 18:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penolakan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) menghadiri undangan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dinilai sebagai bentuk sikap kritis dan cerminan independensi.

Atas sikapnya itu, apresiasi sekaligus pujian disampaikan kepada organisasi ekstra kampus yang berdiri pada 22 Januari 1972 itu.

"Seharusnya sikap PMKRI ini dilakukan juga oleh organisasi mahasiswa lain," ujar Ketua Departemen Ideologi Presidium Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Paulus Londo dalam keterangannya, kemarin.
 

 
Menurut dia, sikap penolakan PMKRI itu menunjukan PMKRI tidak mau terkontaminasi dengan kepentingan-kepentingan kekuasaan sekarang. PMKRI mewaspadai pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh penguasa dalam rangka menjinakan gerakan mahasiswa.

Ketua FORKOMA Sedunia (Forum Komunikasi alumni PMKRI), Hermawi F.Taslim juga memuji sikap dan pilihan PMKRI yang tidak ikut hadir dalam pertemuan. Menurut dia, selain bersifat formalitas, undangan diskusi organisasi mahasiswa bertajuk "Dialog Mencari Solusi Permasalahan Bangsa" yang diadakan di Gedung Wantipres pada Rabu (21/4) lalu patut dicurigai sebagai upaya mengkooptasi kekuatan mahasiswa yang sekarang mulai bangkit dan mulai mengkritisi pemerintah Jokowi.
 
"Pengurus PMKRI dengan Ketum Presidiumnya Lidya Natalia Sartono sepertinya sadar akan sikap yang diambil meski tidak popular, karena seperti melawan arus. Namun itulah sikap Kelompok Cipayung yang seharusnya ada," katanya.

"Roh Kelompok Cipayung adalah independensi dan menjaga jarak dengan kekuasaan, sehingga mahasiswa tetap mampu mengkritisi pemerintah dengan caranya sendiri. Ini sepertinya berlawanan dengan realita bahwa banyak alumnus PMKRI yang bekerja di pemerintahan," demikian Taslim.[dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya