Berita

sb yudhoyono

Beredar Rekaman SBY Ingin Menghilang dari Partai Demokrat

SABTU, 25 APRIL 2015 | 18:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Susilo Bambang Yudhoyono sebenarnya tidak ingin menjadi ketua umum Partai Demokrat. Jabatan itu diterimanya dengan terpaksa dalam Kongres Luar Biasa yang digelar di Bali akhir Maret 2013.

KLB Bali digelar untuk mengisi kekosongan kursi ketua umum Partai Demokrat setelah Anas Urbaningrum ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka.

Saat diminta menjadi ketua umum, SBY mengajukan sejumlah syarat. Antara lain, SBY mengatakan, dia hanya menjadi ketua umum Partai Demokrat untuk waktu yang terbatas, antara 1,5 hingga 2 tahun.


"Jabatan ketua umum ini sifatnya benar-benar sementara dalam proses penyelamatan dan konsolidasi partai. Waktunya paling lama dua tahun. Bahkan kalau dapat, saya mengakhiri segera setalah pemilu selesai. Setelah itu kita jalankan dan laksanakan kongres yang reguler untuk memimpin ketua umum. Saya siap menjalankan tugas ini dalam rentangan waktu 1,2 tahun sampai 2 tahun," ujar SBY.

Menjelang Kongres PD yang akan dilakukan di awal Mei mendatang, rekaman penyataan SBY itu dirangkum dan diedarkan kembali oleh akun anonim di Youtube yang menggunakan nama Pemimpinku Konsisten. Rangkuman berdurasi 4 menit 10 detik itu diberi judul Pemimpin Mbok Ya Konsisten. Saat berita ini diturunkan, belum banyak yang menyaksikan video itu.

Bagian lain yang ditampilkan dalam rangkuman adalah pernyataan SBY yang mengatakan, SBY berkali-kali meminya agar dirinya dan keluarganya tidak menjadi ketua umum.

"Dari dulu saya tidak berniat dan ingin menjadi ketua umum. Rasanya lebih tepat kalau saya tetap menjadi Ketua Dewan Pembina," ujar SBY.

"Saya ingin partai ini jangan bergantung pada figur perorangan. Justru makin ke depan saya harus menghilang pelan-pelan, fading away, dari partai ini," masih kata SBY.

Dia juga menekankan bahwa partai yang modern harus berangkat dari platform idealisme dan mesin partai yang efektif dan sekali lagi tidak boleh bergantung pada figur perseorangan. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya