Berita

Bisnis

Begini Cara Bukalapak Gaet Investor

RABU, 15 APRIL 2015 | 23:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Saat ini Bukalapak telah hadir menjadi salah satu pusat jual beli online yang sangat diperhitungkan. Bagaimana cara Bukalapak membangun bisnisnya?

Founder & CEO Bukalapak, Achmad Zaky berbagi pengalaman bagaimana membangun Bukalapak. Dia mengaku pada awalnya harus jatuh bangun memperkenalkan bisnis miliknya kepada para investor. Bahkan tidak sedikit investor yang menolak mentah-mentah proposal yang diajukannya.

"Bagi kami, penolakan itu justru membuat kami terus berbenah untuk menjadi lebih baik lagi. Kami selalu menerima feedback positif dari para investor yang menolak proposal Bukalapak dan menjadi cara untuk memperbaiki Bukalapak," paparnya Zaky dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Rabu (15/4).


Dikatakan Zaky, salah satu penopang kesuksesan sebuah startup bisa berkembang menjadi sebuah bisnis yang besar dan maju adalah investor. Karena investor inilah yang menyuntikkan dana segar yang dibutuhkan startup untuk melakukan ekspansi agar bisnisnya terus berkembang.

Para investor tidaklah mudah untuk langsung percaya dan kemudian menyuntikkan dananya kepada startup yang diincarnya. Mereka sangat concern dengan kinerja dan kontinuitas sebuah bisnis. Jika sebuah startup mampu menunjukkan kinerja bisnisnya tumbuh secara kontinu, dikatakan Zaky, maka seorang investor tidak akan tanggung-tanggung menggelontorkan dananya.

"Kunci keberhasilan agar dipercaya oleh investor adalah bagaimana membuktikan bahwa secara produk, Bukalapak adalah produk bagus, selalu berkembang secara berkelanjutan. Fakta inilah yang membuat kami terus memperbaiki kinerja," paparnya lagi.

Sedangkan secara eksternal, Zaky juga aktif mengikuti berbagai konferensi yang ada kaitannya dengan startup. Tak hanya sekedar menjadi peserta pasif, dia juga rajin membangun jejaring memperkenalkan Bukalapak kepada semua orang dan calon investor.

Hasilnya, setahun setelah berdiri, Bukalapak mendapat pendanaan dari Batavia Incubator, perusahaan gabungan dari Rebright Partners yang dipimpin oleh Takeshi Ebihara, Japanese Incubator dan Corfina Group.

"Dana segar dari Batavia ini kami gunakan untuk lebih mengembangkan Bukalapak. Kami mampu membuat kinerja bisnis Bukalapak tetap tumbuh secara konsisten (steady grow) bahkan tumbuh secara eksponensial," ujar Zaky.

Kinerja Bukalapak yang mengkilap ini ternyata juga membuat Gree Venture asal Jepang tertarik untuk menyuntikkan dananya. Sekali lagi, Zaky mendapat pelajaran berharga saat diundang Gree ke kantornya di Jepang. "Saya gagal total saat pertama kali mempresentasikan bisnis Bukalapak, padahal materi telah disiapkan secara matang. Waktu itu saya nervous, membuat saya tidak bisa menyampaikan materi secara baik," tuturnya.

Untungnya Bukalapak diberi kesempatan kedua untuk presentasi lagi. Zaky berhasil menyakinkan petinggi Gree dan akhirnya Bukalapak memperoleh kucuran dana dari Gree. Kuncinya, sebagai startup harus memiliki kepercayaan diri atau self-confidence saat mempresentasikan bisnisnya.

"Percuma kalau bisnis bagus, tapi kita tidak bisa menyampaikan kepada orang lain melalui sebuah presentasi. Dan mestinya kalau bisnis kita bagus tentunya kita akan punya kepercayaan diri yang tinggi untuk menawarkan bisnis kita kepada investor," ujarnya.

Kerja keras Zaky bersama timnya membuahkan hasil. Butuh waktu empat tahun sejak berdiri pada 2010, akhirnya Bukalapak mengumumkan investasi yang diperolehnya dari Aucfan, IREP, 500 Startups, dan GREE Ventures (serie A). Terakhir, pada Februari 2015, Bukalapak mendapatkan investasi serie B dari Emtek Group â€" SCTV Group (PT Kreatif Media Karya).[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya