Berita

Politik

Rachmawati: Apa Hebatnya Megawati?

MINGGU, 12 APRIL 2015 | 19:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pidato menggebu-gebu Megawati Soekarnoputri di Kongres ke IV PDI Perjuangan dikritik oleh Rachmawati Soekarnoputri.

Rachma menyebut kakaknya itu merasa paling hebat lantaran dalam pidatonya antara lain menyebut ada penumpang gelap di pemerintahan Jokowi-JK. Sementara, katanya, Mega saat menjadi presiden juga banyak ditunggangi kepentingan-kepentingan tidak jelas.

"Hebat yang bagaimana? Hebat karena korupsinya seperti BLBI, menjual aset negara dan kedaulatan NKRI kah?" keluh Rachma dalam pesan elektroniknya kepada redaksi, Minggu (12/4).


"Lalu mengganti UUD 45 dan Pancasila sebagai dasar negara dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara?" sambung pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno itu.

Rachma juga mempertanyakan kehebatan Mega yang hanya bisa menjual nama Bung Karno untuk kepentingan politiknya semata. Menurutnya, Mega selama ini mengkampanyekan ajaran-ajaran Bung Karno hanya untuk memanipulasi kekuatan massa, atau untuk mengatur-atur presiden.

"Kalau seperti itu, itu merupakan carakter assasination atau pembunuhan besar terhadap Bung Karno sebagai bapak bangsa. Mega adalah manipulator besar," tukas Rachma yang baru-baru ini didaulat menjadi Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra.[dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya