Berita

ilustrasi/net

Pertahanan

Satu Terduga Teroris Tewas dalam Kontak Senjata di Poso

SABTU, 04 APRIL 2015 | 05:12 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Seorang kelompok teroris pimpinan Santoso dan Daeng Koro di Poso, tewas tertembak setelah kontak senjata dengan aparat gabungan Polres Parimo dan Brimob di Desa Sakina Jaya, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parimo, Jumat (3/4) subuh.  

Berdasarkan informasi dan pantauan langsung Radar Sulteng (Grup JPNN.com) di sekitar pegunungan Desa Sakina Jaya, kontak senjata tersebut pecah setelah salah seorang ibu rumah tangga  di Desa Sakina Jaya didatangi kelompok Santoso di sebuah pondok di kebun.

Ada dugaan, kelompok Santoso Cs dalam kondisi kelaparan sehingga meminta ibu rumah tangga tersebut untuk mencari beras ke kampung.


Saat diminta turun ke kampung itu, ibu tersebut melaporkan kepada masyarakat desa dan aparat terdekat. Beberapa menit kemudian langsung aparat gabungan bersama masyarakat mendatangi pondok dan disambut suara tembakan.
 
Suara tembakan terus terdengar hingga pukul 17.00 Wita. Sekitar pukul 17.15 Wita, sejumlah personel Brimob Anti Teror bersama anggota Polres Parimo yang dipimpin Kapolres Parimo AKBP Novia Jaya SH, bersama beberapa masyarakat setempat melakukan pengejaran, hingga akhirnya salah seorang kelompok teroris yang diduga bernama Daeng Koro berhasil ditembak mati.

Tidak lama setelah kontak senjata, Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Idham Azis mendatangi lokasi dekat pegunungan Desa Sakina Jaya. Setelah itu, Jenazah yang tertembak langsung dievakuasi dari pinggir pegunungan dan dibawa menuju Polres Parimo.
 
Idham Azis yang ditemui di Polres Parimo mengatakan, awalnya Polres Parimo menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 09.00 Wita, bahwa di atas gunung Desa Sakina Jaya, masyarakat melihat sejumlah orang tidak dikenal.

Setelah itu, Kapolres dan anggota Brimob yang berada di Parimo, bersama warga naik ke gunung menuju lokasi. Ternyata memang ada, dan jam 16.00 Wita terjadi kontak senjata. Ketika terjadi kontak senjata kurang lebih 20 menit, sebagian dari kelompok bersenjata tersebut kabur. Kemudian pondok yang diduga menjadi tempat penyandraan disterilkan.

"Ternyata ada satu korban dari pelaku yang diduga sebagai kelompok dari Santoso dan Daeng Koro ini meninggal di tempat setelah kontak senjata," ujarnya.

Menurut Idham Aziz, jenazah masih akan diindentifikasi, dibawa ke rumah sakit bhayangkara untuk diautopsi, dilakukan pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam dan kemungkinan menelusuri dari sisi DNA.

Kapolda memastikan yang tewas itu adalah anggota kelompok Santoso dan Daeng Koro. Sebab barang bukti senjata api yang ditemukan di lokasi kontak senjata berupa senjata M16 pucuk bersama amunisi dan senjata rakitan satu pucuk. [ian]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya