Berita

suku anak dalam/net

Pemerintah Siap Sediakan Hunian Tetap untuk Suku Anak Dalam

JUMAT, 13 MARET 2015 | 03:27 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa akan mendatangi Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Jambi (Jumat, 13/3). Kunjungan ini terkait tewasnya 11 orang suku anak dalam di Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi.

Melalui Direktorat Pemberdayaan KAT Kemensos, berbagai intervensi pemerintah disiapkan untuk mengatasi berbagai permasalah terkait suku anak dalam. Di antaranya memberikan tawaran hidup menetap dengan memberikan bantuan hunian tetap (huntap).

"Pertemuan tidak hanya mendengarkan kronologis terkait tewasnya 11 suku anak dalam, tetapi akan ditawarkan kepada mereka untuk hidup menetap dengan diberikan Huntap," ujar Menteri Khofifah dalam rilisnya, Kamis (12/3).


Terkait penyediaan tanah komununal akan segera dikoordinasikan dengan pihak terkait, yaitu Kementerian Agraria dan Kementerian Kehutanan. Selain itu, berdasarkan Peraturan Presiden akhir tahun lalu, pemberdayan KAT di kabupten penanggungjawabanya bupati, di provinsi gubernur dan di pusat menteri sosial.

"Kami berharap mereka berkenan berintegarasi secara sosial, sebab dalam pertemuan di KAT di Kabupaten Meranti, Riau, ada perwakilan suku anak dalam yang menyatakan siap menerima huntap," ungkapnya.

Untuk mendapatkan berbagai paket bantuan sosial, seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), beras miskin (Raskin) diperlukan persyaratan administratif dari desa setempat sebagai alat indentifikasi.

Pendataan Badan Pusat Statistik (BPS), mereka tidak tercover, sehingga untuk mendapatkan perlindungan sosial harus ada alat indentifkasi minimal keterangan dari kepala desa setempat. "Paling tidak bisa sebagai unregister people dan Kemensos menyediakan 500 ribu KKS," tandas Mneteri Khofifah. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya