Berita

mark lippert/net

Nusantara

Serangan Dubes AS Tak Wakili Sentimen Warga Korsel

SABTU, 07 MARET 2015 | 10:59 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Mantan duta besar Amerika Serikat untuk Korea Selatan, Kathleen Stephens yakin bahwa serangan terhadap Dubes Mark Lippert tidak akan berdampak pada hubungan kedua negara.

"Saya pikir itu (serangan terhadap Dubes Lippert) tidak akan memiliki efek yang sangat besar. Hubungan (AS dan Korsel) tetap mendalam dan sangat kuat," katanya pada Jumat (6/3), seperti dimuat VOA.

Stephens sendiri merupakan Dubes Amerika Serikat di Korea Selatan untuk periode 2008-2011 lalu.


Sementara mantan komandan pasukan AS di Korea Selatan 2006-2008, Burwell Bell, mengatakan bahwa serangan itu adalah insiden itu tidak mewakili masyarakat Korea Selatan.

"Saya sangat yakin, setiap sentimen anti-Amerika yang ada di Korea Selatan juga keseluruhan terkejut oleh jenis tindakan keji," kata Bell.

Hal tersebut, tambah Bell, lantaran kedua negara baik Amerika Serikat maupun Korea Selatan memiliki tujuan yang sama.

"Kami memiliki cita-cita yang sama, proses demokrasi yang sama, kasih yang sama untuk kebebasan dan kemerdekaan dan perspektif yang sama terhadap pemerintahan," tandasnya. [mel]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya