Berita

Cita Citata

Blitz

Cita Citata, Janji Ke Papua, Sungkem dan Minta Maaf

RABU, 18 FEBRUARI 2015 | 09:40 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Cita Citata berniat mendatangi warga Papua secara langsung untuk menyampaikan permohonan maaf atas kalimatnya yang dianggap menghina masyarakat Papua. "Insya Allah kalau ada kesempatan Cita mau datang. Har­usnya Cita datang langsung sih, nggak lewat mediasi atau Komnas. Cita juga niat bertemu minta maaf, sungkem lang­sung juga," papar Cita.

Pedangdut yang lagi ngetop ini diadu­kan oleh Kepala Suku Papua Selatan ke Komnas HAM karena dianggap menghina orang Papua.

"Untuk masyarakat warga Papua, Cita mau minta maaf yang sebesar-besarnya. Bukan maksud untuk menghina," tan­dasnya.


Toh begitu, walaupun sudah meminta maaf melalui account Instagram, per­mohonan maaf Cita masih dinilai tak setimpal dengan yang telah dilakukan­nya, yaitu menyakiti rakyat Papua.

"Cita harus minta maaf kepada masyarakat Papua. Kalau IG tidak efektif buat masyarakat Papua," kata kuasa hu­kum Kepala Suku Papua Selatan Nofebi Eteua di Komnas HAM, Menteng, Ja­karta Pusat, Senin (16/2).

Masyarakat Papua diklaim meng­inginkan pelantun Sakitnya Tuh Disini dan Goyang Dumang ini langsung me­minta maaf di media massa.

"Klien kita maunya secara gentle, tapi kan bukan hanya klien kita tapi ada kepala suku lainnya," tambah kuasa hu­kum yang lain, Dedi J. Syamsudin.

"Yang pertama mau ambil langkah hukum mau sharing ke Komnas, ada statement dari Cita yang SARA UU mo­mor 40 tahun 2008 pasal 4 dan 16 sangat bertentangan diksrimisasi, ras dan etnis," papar Dedi tentang alasan melapor ke Komnas HAM. ***

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya