Alfariel Zikri Azhar, seorang bayi berusia 11 bulan menderita penyakit Caroli Disease (kerusakan hati).
Saat ini, anak supir buah-buahan di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur ini membutuhkan dana sebanyak Rp 1 miliar untuk dapat menjalankan operasi cangkok hati.
Dana sebanyak itu tentu bukan perkara mudah, sebab orang tuanya bekerja dengan upah yang minimal sehingga masuk kategori kalangan miskin. Apalagi dana itu harus diperoleh dalam waktu singkat, yakni minggu ini agar nyawanya dapat diselamatkan.
Ibunda Alfariel, Tri Astuti menjelaskan bahwa dirinya sudah bertemu dengan pakar cangkok hati dari Jepang, Prof Koichi Tanaka yang sangat prihatin dengan kondisi sang bayi. Salah satu pesan Prof Tanaka, Alfariel harus secepatnya operasi transplantasi hati untuk memulihkan kondisinya agar tak semakin memburuk.
"Kondisinya akan semakin buruk jika tak secepatnya operasi. Apalagi sekarang ini kondisi tubuhnya tidak ideal," tuturnya.
Tri menambahkan, operasi cangkok hati bisa dilakukan tim dokter jika Alfariel memiliki bobot minimal 10 kg dan lingkar lengannya 14 cm.
Untuk diketahui, saat ini kondisi fisik AlFariel tidak ideal yakni lingkar lengan Alfariel hanya mencapai 9,5 cm sehingga dokter bedah di rumah sakit yang merawatnya tak berani†menjalankan operasi terhadapnya.
"Kalau belum mencapai berat badan dan lingkar lengan ideal, dokter bedahnya tidak mau. Menurut dokter bedahnya, jika nggak ideal, risiko meninggal dunia di meja operasi besar," sambungnya.
Tri menuturkan, sejak lahir berat badan anaknya sulit meningkat karena makanan yang diberikan akan keluar lagi karena tidak bisa dicerna. Pada usia empat bulan, kulit dan matanya mulai berwarna kuning sehingga Alfariel lantas dibawa ke RS Pasar Rebo untuk menjalani pengobatan.
"Pada umur tujuh bulan kondisi ini terjadi karena perut Alfariel yang semakin membesar. Saat itu, dokter mendiagnosis Alfariel menderita sirosis hati. Karena peralatan RS Pasar Rebo belum lengkap, akhirnya dirujuk ke RSCM," terangnya.
Berdasarkan hasil USG di RSCM, dokter melihat saluran empedu Alfariel bergelombang. Jadi saluran empedunya mengalami semacam varises, cairannya jadi terhambat. Dokter di RSCM bilang kasus Alfariel ini namanya penyakit caroli disease, kasus ini terjadi 1:15 juta kelahiran.
Kondisi Alfariel juga semakin parah karena setelah di-USG kembali, cairan asites di perutnya sudah tidak ada. Ini membuat perutnya makin besar sekarang adalah hati yang makin lama makin besar dan mengeras, kondisi ini dinamakan sirosis hati.
"Hatinya sekarang udah rusak parah karena terlambat didiagnosis. Dokter bilang sudah tidak ada obatnya lagi untuk memulihkan kondisi Alfariel, jalan satu-satunya hanya transplantasi hati," ucapnya.
Saat ini, Al Fariel dibawa pulang orangtuanya sebab tidak ada perkembangan yang signifikan di RSCM sebagai rumah sakit yang merawatnya dan masih menunggu uluran tangan masyarakat Indonesia dan dunia. Berdasarkan data yang dihimpun dari Tim Sosial Kemanusiaan DPUT DT Jakarta donasi yang terkumpul untuk pengobatannya sudah mencapai Rp 150 juta.
Untuk donatur yang ingin membantunya dapat melalui nomor rekening : Bank CIMB Niaga Cabang Victoria 5200 100 46 9000 a.n DPU Daarut Tauhiid Jakarta; BNI 101 202 300 7 a.n DPU Daarut Tauhiid Jakarta; DPU Daarut Tauhiid Jakarta
Jl. Kompleks Departemen Kesehatan Blok B No 16 B Jakarta Selatan (contact person: 021 999 66 498).
[wid]