Berita

Dunia

Dubes Perancis: Serangan Copenhagen Seperti Tragedi di Charlie Hebdo

MINGGU, 15 FEBRUARI 2015 | 16:48 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Duta Besar Prancis di Denmark, Francois Zimeray, mengaku shock atas tragedi penembakan yang nyaris merenggut nyawanya.

Kala itu, ia sedang menghadiri acara bertajuk "Seni, Penghujatan dan Kebebasan Berekspresi" yang mengundang kartunis asal Swedia Lars Vilks di Kafe Krudttoenden, Copenhagen pada Sabtu sore (14/2) sekitar pukul 16.00 waktu setempat.

"Setidaknya ada 50 tembakan, tapi polisi mengatakan ada sekitar 200 tembakan. Semua orang segera tiarap," kenang Zimeray kepada AFP.


Ia menyebut bahwa serangan tersebut seperti tragedi Charlie Hebdo di Paris, Prancis pada 7 Januari lalu.

"Mereka menembaki kami dari luar. Terlihat seperti rencana yang sama dengan (penembakan) Charlie Hebdo," jelas Zimeray.

Beruntung, baik ia maupun Vilks selamat tanpa mengalami luka sedikitpun.

Saksi mata mengatakan, korban tewas dalah seorang pria berusia sekitar 40 tahun yang tengah menghadiri acara tersebut. Saat ini identitasnya masih belum dapat diidentifikasi.

Sementara, tiga polisi yang tengah berjaga di luar kafe juga mengalami luka-luka akibat terkena tembakan.[wid]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya