Berita

jokowi

Ketegasan Jokowi Tolak Grasi Terpidana Mati Kasus Narkoba Diapresiasi

SENIN, 02 FEBRUARI 2015 | 22:25 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketegasan Presiden Joko Widodo yang menolak grasi terpidana mati kasus narkoba diapresiasi.

"Kita apresiasi karena (pemerintah) tak takut terhadap tekanan asing. Sebab Indonesia adalah negara berdaulat," jelas Direktur Center of Strategic Nusantara Studies (CSNS) Amirullah Hidayat dalam keterangannya (Senin, 2/1).

Setelah enam terpidana mati dieksekusi pada Minggu dini hari (18/1) lalu, saat ini Kejaksaan Agung juga telah mengantongi 11 nama terpidana mati yang masuk dalam daftar tunggu untuk eksekusi mati tahap kedua.


Beberapa di antaranya adalah warga negara asing. Kebanyakan terkait kasus narkoba.

Amirullah juga mengpresiasi Jaksa Agung HM Prasetyo yang telah menjalankan hukuman mati tersebut.  "Eksekusi mati yang dilakukan Kejaksaan Agung ini membuktikan bahwa Indonesia mempunyai kemandirian dalam menegakkan supremasi hukum," ungkapnya.

Hukuman mati tersebut memang harus dilakukan. Karena narkoba saat ini sudah sangat menjamur di Indonesia. Yang menjadi korbannya adalah generasi muda. "Maka Kejagung harus secepatnya melaksanakan semua eksekusi mati," tegas kader Muda Muhammadiyah ini.

Dia menjelaskan, korban narkoba sebenarnya mempunyai hak asasi untuk hidup normal. Tapi akibat perbuatan bandar narkoba, mereka jadi korban.

"Itu adalah pelanggaran HAM. Jadi sudah layak mereka dieksekusi mati. Apalagi pelaku tersebut mayoritas warga negara asing," demikian Amir, yang juga salah seorang Koordinator Relawan Matahari Indonesia (RMI), relawan pendukung Jokowi-JK ini. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya