Mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Queensland, Australia, juga menyoroti memanasnya hubungan Polri-KPK.
Mereka menolak pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi dan meminta Presiden Jokowi membatalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.
Sikap tersebut terlihat dari hasil survei yang dilakukan masyarakat dan mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Komunitas Peduli Demokrasi dan Anti-Korupsi (Koperasi).
Sebanyak 82% dari 175 mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Australia sebagai responden, mendesak Presiden harus segera turun tangan secara langsung guna menyelesaikan konflik antara KPK dan Polri.
Hasil survei juga memperlihatkan bahwa 83% responden meyakini adanya upaya pelemahan secara sistematis terhadap KPK oleh oknum-oknum tertentu. Sementara 72% responden mengatakan Presiden seharusnya membatalkan pencalonan Komjen Budi Gunawan sebagai calon Kapolri dan segera mencari calon penggantinya.
Pernyataan Koperasi itu disampaikan setelah digelar diskusi terbuka dengan tema Polemik KPK-Polri: Quo Vadis Pemberantasan Korupsi?†yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia di University of Queensland (PPIA UQ) yang digelar akhir pekan kemarin.
Ketua PPI Australia di University of Queensland (UQISA), Faisal Rizal menjelaskan, karena pencalonan BG sebagai Kapolri adalah akar dari konflik KPK dan Polri, Presiden seyogianya segera membatalkan pencalonannya dan mengganti dengan nama calon Kapolri lain yang bersih dan berintegritas.
"Presiden harus memastikan agenda pemberantasan korupsi dapat terus berjalan dengan baik,†tandasnya.
[zul]