Berita

WNI di Australia: Presiden harus Tegas, Batalkan Pelantikan Komjen BG

SENIN, 02 FEBRUARI 2015 | 15:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Queensland, Australia, juga menyoroti memanasnya hubungan Polri-KPK.

Mereka menolak pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi dan meminta Presiden Jokowi membatalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Sikap tersebut terlihat dari hasil survei yang dilakukan masyarakat dan mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Komunitas Peduli Demokrasi dan Anti-Korupsi (Koperasi).


Sebanyak 82% dari 175 mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Australia sebagai responden, mendesak Presiden harus segera turun tangan secara langsung guna menyelesaikan konflik antara KPK dan Polri.

Hasil survei juga memperlihatkan bahwa 83% responden meyakini adanya upaya pelemahan secara sistematis terhadap KPK oleh oknum-oknum tertentu. Sementara 72% responden mengatakan Presiden seharusnya membatalkan pencalonan Komjen Budi Gunawan sebagai calon Kapolri dan segera mencari calon penggantinya.

Pernyataan Koperasi itu disampaikan setelah digelar diskusi terbuka dengan tema Polemik KPK-Polri: Quo Vadis Pemberantasan Korupsi?” yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia di University of Queensland (PPIA UQ) yang digelar akhir pekan kemarin.

Ketua PPI Australia di University of Queensland (UQISA), Faisal Rizal menjelaskan, karena pencalonan BG sebagai Kapolri adalah akar dari konflik KPK dan Polri, Presiden seyogianya segera membatalkan pencalonannya dan mengganti dengan nama calon Kapolri lain yang bersih dan berintegritas.

"Presiden harus memastikan agenda pemberantasan korupsi dapat terus berjalan dengan baik,” tandasnya. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya