Berita

anies r baswedan

PENDIDIKAN NASIONAL

Ternyata Anies Baswedan Terlibat Membidani Kurikulum 2013?

SELASA, 09 DESEMBER 2014 | 18:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar-Menengah Anies R. Baswedan menghentikan Kurikulum 2013. Namun, Menteri Anies ditengarai sebenarnya ikut terlibat dalam membidani lahirnya pengganti Kurikulum 2006 tersebut.

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu duduk dalam Tim Narasumber bersama sejumlah tokoh lainnya, salah satunya budayawan yang juga wartawan senior Goenawan Mohammad. Goenawan sendiri malah menjadi bintang iklan layanan masyarakat yang mempromosikan Kurikulum 2013 tersebut.

Sinyalemen keterlibatan Anies ini dikutip dari tulisan Goenawan "Tentang Kurikulum 2013" yang dimuat di situs pribadinya pada 3 Juni 2013. Disebutkan, Anies dan Goenawan menjadi "narasumber” penyempurnaan Kurikulum 2013 bersama Taufik Abdullah, Frans Magnis Suseno, Yohannes Surya, Juwono Surdarsono, Ahmad Muchlish, Suparno, Ratna Megawangi.


Goenawan sendiri, lewat tulisan itu menjelaskan kenapa dia terlibat dalam penggodokan Kurikulum tersebut.

Penjelasan lebih lengkap tentang peran Tim Narasumber ini disampaikan pakar pendidikan Darmaningtyas dalam tulisan "Kurikulum 2013: Mengantar Ke Masyarakat Teokrasi" yang dimuat di blog pribadinya Selasa, 09 April 2013 lalu.

Dia mengungkapkan, terdapat tiga tim dalam pengembangan Kurikulum 2013. Yaitu Tim Inti, Tim Pengarah, dan Tim Narasumber.

Tugas Tim Inti memasak semua gagasan yang masuk untuk dirumuskan menjadi hasil pemikiran. Hasil masakan pertama disodorkan kepada Tim Pengarah untuk mendapatkan penyempurnaan. Setelah mendapatkan masukan dari Tim Pengarah, maka Tim Inti memasak lagi menjadi lebih baik untuk disodorkan kepada Tim Narasumber.

Yang duduk di Tim Inti antara lain Prof.Dr. Hamid Hasan (UPI), Prof.Dr. Udin (Universitas Terbuka), Prof.Dr. Eko Indrajit (BSNP), Prof.Dr. Anna Suhaenah (UNJ), Prof.Dr. Anita Lie, Dr. Wahono (Unessa). Tim Pengarah terdiri dari Wakil Menteri, para Dirjen, dan Kepala Badan di Lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional.

Sementara Tim Narasumber terdiri dari orang-orang yang memiliki kaliber internasional, seperti Dr. Anies Baswedan, Prof.Dr. Yonahes Surya, Dr. Ratna Megawangi (IPB), Dr. Muchlis dan Prof.Dr. Soeparno (ITB), Prof.Dr. Taufik Abdullah ((LIPI), dan Goenawan Mohamad (TEMPO).  "Terdaftar pula Prof.Dr. Frans Magnis Suseno, tapi menurut penuturan personal ke penulis, memilih mundur tidak terlibat aktif," tulisnya.

Darmaningtyas sendiri sebenarnya masuk dalam Tim Inti.

"Sebagai anggota Tim Inti Pengembang, selayaknya saya mendukung penuh implementasi Kurikulum 2013. Tapi karena basis kegiatan saya sehari-hari adalah seorang aktivis independen, maka meskipun saya bagian dari Tim Inti Pengembang Kurikulum 2013, tetap boleh berpendapat dan bersikap kritis terhadap hasil pengembangan kurikulum baru," jelasnya. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya