Berita

Politik

Anggota DPR dari PKS dan PKB Paling Ramai Berkicau di Twitter

SENIN, 17 NOVEMBER 2014 | 18:08 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

WikiDPR.org bekerjasama dengan DPR Watch dan Selasar.com merilis data keaktifan anggota DPR di twitter.

Data yang dikemas dalam sajian infografis ini menampilkan dua temuan utama yakni jumlah anggota DPR per fraksi yang memiliki akun twitter dan tingkat keaktifan akun-akun tersebut. Infografis ini menunjukkan secara nyata upaya transparansi dan akuntabilitas dari setiap anggota DPR lewat dunia maya.

"Twitter adalah medium komunikasi yang paling interaktif saat ini. Melalui medium ini anggota DPR dapat berkomunikasi dua arah dengan konstituennya. Ini kenapa kepemilikan akun twitter penting sebagai awal untuk keterbukaan pada publik," jelas pegiat WikiDPR.org, Hayati, dalam rilisnya (Senin, 17/11).


Hasil riset WikiDPR.org, DPR Watch, dan Selasar.com menunjukkan data bahwa PKS dan PKB sebagai dua fraksi yang paling interaktif di jagat twitter. PKS di posisi pertama dengan 31 dari 40 anggota fraksinya memiliki akun twitter (77,5 persen). Dari 31 anggota yang memiliki akun twitter, 17 diantaranya atau 42,5 persen tergolong aktif.

PKB di posisi kedua dengan 66 persen anggota fraksinya memiliki akun twitter dan 38,3 persen diantaranya tergolong aktif.

Bila PKS dan PKB berada di posisi atas, "kompatriot" PKS di Koalisi Merah Putih, Gerindra, berada di posisi bawah, dengan hanya 39 dari 73 anggotanya yang memiliki akun twitter atau 53,4 persen. Tingkat keaktifan anggota Gerindra dalam menggunakan medium twitter pun tergolong rendah yakni hanya 10 anggotanya yang aktif atau 13,7 persen.

Hayati menambahkan tingkat keaktifan twitter diukur dari terakhir kali anggota dewan "mengetwit".

"Dianggap aktif bila setidaknya sampai Oktober 2014 mereka masih berkicau di twitter. Banyak kita temui saat masa kampanye sangat aktif ngetwit, namun setelah dilantik justru tidak aktif. Padahal komunikasi dengan konstituen seharusnya harus terus berjalan," ujar Hayati.

Baik WikiDPR.org, DPR Watch, dan Selasar.com berharap hasil penelitian ini dapat mendorong anggota Dewan untuk menjaga interaksi dengan konstituennya.

"Medium komunikasi tentu beragam, namun twitter adalah salah satu medium paling terbuka dan demokratis. Jika ini dimanfaatkan dua arah untuk menampung aspirasi jelas akan mendorong peningkatan kualitas kinerja anggota Dewan," pungkas Hayati. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya