Berita

xi jinping/net

Dunia

Xi Jinping: Bersejarah, APEC Mendorong Terbentuknya Perdagangan Bebas Asia-Pasifik

RABU, 12 NOVEMBER 2014 | 02:53 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Dukungan para pemimpin negara APEC (Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik) terhadap road map menuju Free Trade Area of the Asia-Pacific (FTAAP) atau Kawasan Perdagangan Bebas Asia-Pasifik adalah keputusan yang akan ditulis dalam catatan sejarah.

"Langkah ini merupakan langkah bersejarah. Kami mengambil arah menuju mewujudkan FTAAP, menandai peluncuran resmi dari proses FTAAP dan menunjukkan kepercayaan diri APEC dalam memajukan integrasi ekonomi regional," kata Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping, dalam konferensi pers setelah tercapainya kesimpulan KTT ke-22 APEC, di Beijing, Selasa (12/11).

Menurut dia, keputusan mendorong FTAAP akan membawa integrasi regional ke tingkat yang baru dan lebih tinggi, juga memberi manfaat ekonomi pada berbagai tahap perkembangan melintasi Samudera Pasifik, dan menyuntikkan energi baru ke dalam pertumbuhan wilayah APEC.


"Kami telah mencapai konsensus bahwa integrasi ekonomi regional adalah kekuatan pendorong di belakang pertumbuhan yang kuat serta berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik, dan APEC harus terus memainkan peran memimpin dan mengkoordinasikan dalam mendorong proses ini," katanya, dikutip dari Xinhua.

Dalam sebuah deklarasi yang dirilis setelah pertemuan para pemimpin ekonomi dunia itu, disebutkan bahwa para pemimpin APEC telah memutuskan untuk memulai dan memajukan proses FTAAP secara komprehensif dan sistematis.

Para anggota telah sepakat untuk meluncurkan "sebuah studi strategis kolektif" terkait FTAAP dan menginstruksikan para pejabat untuk melakukan studi tersebut, berkonsultasi dengan pemangku kepentingan dan melaporkan hasilnya pada akhir 2016. [ald]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya