Berita

Nusantara

Bahas Smart City, Code Margonda Gelar Forum Lintas Depok-Chicago-Bandung

SELASA, 11 NOVEMBER 2014 | 03:36 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Konsep Smart City menjadi solusi yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kota.

Sejauh ini, penerapan Smart City lebih bersifat top-down atau government-led, di mana pemerintah berupaya memperbaiki pelayanan publik dengan menerapkan teknologi. Namun sejatinya, dalam penerapan konsep yang dinilai solutif ini, perlu digali lebih jauh mengenai peran masyarakat kota dalam mewujudkannya.

Di Kota Depok, Jawa Barat, konsep Smart City justru diusung langsung oleh warganya atau bersifat buttom-up. Warga Depok melalui komunitas-komunitasnya telah merintis sebuah gerakan proaktif untuk mewujudkan kehidupan kota yang lebih baik dan layak huni, atau dikenal sebagai Urban Civic Movement (UCM).


UCM di Depok merupakan hasil kolaborasi antar komunitas yang dianggap sebagai lokomotif gerakan warga perkotaan ini. Hal ini didasari atas kepedulian warga terhadap kota dan diwujudkan sesuai minat atau bakat masing-masing. Di antaranya, Komunitas Depok Digital yang menjadi wadah para pegiat IT, Depok Creative bagi para pegiat ekonomi kreatif, Institut Musik Jalanan bagi para musisi jalanan yang ingin meningkatkan kemampuan bermusik, Forum Komunitas Hijau yang menjadi aliansi komunitas lingkungan, Depok Mobi bagi para pengembang aplikasi selular, dan ratusan komunitas lainnya baik yang berbasis hobi, domisili maupun profesi.

Terkait Smart City, lebih dari setahun yang lalu, telah didirikan sebuah wadah untuk menjawab kebutuhan ruang kerja para profesional muda di Depok yang ingin berkarya dibidang IT dan ekonomi kreatif, yakni Code Margonda, sebuah ruang kerja bersama (co-working space) yang didirikan secara swadaya dan gotong royong oleh para pegiat komunitas.

Sejak pendiriannya, lebih dari 10 ribu pengunjung telah menikmati manfaatnya dan berbagai karya inovatif telah dihasilkan. Code Margonda menjadi contoh dari UCM, di mana warga kota secara mandiri dan proaktif mencoba mewujudkan masyarakat kota dan kehidupan kota yang lebih produktif berbasis creative digital.

Dalam Digital Forum ini, Code Margonda Depok akan menjadi tuan rumah yang menghubungkan dua figur yang kental dengan kepakaran di Smart City. Forum ini akan menghubungkan Depok dengan Chicago (Amerika Serikat) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan fasilitas video-conference yang didukung oleh CISCO pada Rabu besok (12/11).

Narasumber dalam forum itu antara lain, Hardik Bhatt, Managing Director CISCO Smart Cities, yang pernah menjadi Chief Information Officer (CIO) Kota Chicago, yang dikenal sukses mempelopori Smart City. Sementara dari ITB adalah Prof. Suhono Supangkat, pakar Smart City di Indonesia yang aktif secara global dalam keilmuan Smart City, yang belakangan menjadi penasihat berbagai kota besar di Indonesia dan pemerintah pusat dalam mengembangkan Smart City.

Dari Kota Depok sendiri, Code Margonda akan memaparkan UCM dan konsep co-working space serta karya-karya inovasi yang telah dilahirkan dalam mewujudkan kehidupan masyarakat kota yang "smart", seperti diantaranya aplikasi informasi banjir serta aplikasi sistem kelistrikan dan perangkat elektronik rumah.

Acara ini juga diinisasi oleh Rumah Komunitas, yang merupakan aliansi taktis berbagai komunitas dalam Urban Civic Movement di Kota Depok.

Emil Dardak, salah satu inisiator Rumah Komunitas yang dikenal sebagai pakar infrastruktur dan perkotaan mengatakan, Depok Smart City Digital Forum menjadi simbol perubahan paradigma kota Depok dalam kerangka Megapolitan Polycentric.

Kata Emil, dikutip dari depoklik.com, perkembangan teknologi informasi memungkinkan sebuah venue yang sederhana namun penuh kreativitas seperti Code Margonda, menjadi tuan rumah dari dua lembaga terkemuka di bidang Smart City.

"Mudah-mudahan bisa jadi semangat bagi warga kota Depok untuk semakin aktif mewujudkan ekonomi kreatif dan knowledge based economy sebagai tulang punggung perekonomian kota Depok," ucap Emil. [ald]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya