Berita

Nikita Mirzani

Blitz

Nikita Mirzani, Gagal Minta Uang Untuk Nafkah Anak

SELASA, 04 NOVEMBER 2014 | 09:36 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sidang perceraian Nikita Mirzani dan Sajad Ukra berlanjut di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, kemarin. Keduanya tidak berhasil upaya mediasi atau deadlock.

“Tadi sudah mediasinya jam 09.00 WIB pagi, mbak Nikita-nya nggak datang, hanya diwakili kita kuasa hukumnya. Di pihak Sajad juga ada kuasa hukumnya. Mediasi tadi deadlock,” ungkap Putra Anugrah, kuasa hukum Nikita.

Namun tidak berselang lama, Nikita hadir ke pengadilan. Dengan dress berwarna hitam dan rambut bob, dia hadir di persidangan. dengan membawa anaknya bersama Sajad, Azka Raqila Ukra.


“Iya nih, bawa anak. Nggak apa-apa, mau bawa saja,” kata Niki.

Sidang mediasi membahas hak asuh dan nafkah anak. Tercuat kabar, bintang film seronok ini meminta angka yang fantastis hingga puluhan juta rupiah.

“Ada deh. Sedikit banget kalau cuma jutaan. Pokoknya ada lah,” ungkap Niki.

Pengacaranya yang lain, Cakra Arsyad membenarkan, pihak Sajad tidak terima dengan angka yang disodorkan kliennya. “Ada hal-hal yang Sajad berkeberatan dengan nilai tertentu. Tapi kita belum membicarakan jauh sampai ke sana memang seharusnya tadi cuma pembacaan gugatan,” tandas Cakra.

Ketika menggugat cerai Sajad, Nikita belum dihamili. Materi gugatan pun hanya berisi perceraian saja. Nah, melihat gelagat Sajad yang ingin mengambil hak asuh anak, Niki memperbaharui gugatannya dengan me­nambah poin tentang hak asuh anak.

“Hal tersebut memang dibolehkan. Tapi yang terpenting substansi dari gugatan awal tidak berubah, yakni untuk bisa bercerai dengan Sajad,” ungkap Cakra.

Secara tegas, Niki menolak mem­berikan anaknya kepada Sajad. Pasalnya, selama ini dia berjuang sendiri saat masa ke­hamilan, dan persalinan tanpa ditemani sang suami.

“Nggak rela dong. Langkahi dulu mayatnya saya. Nggak mungkin lah, saya yang susah-susah kok,” tegas Nikita.

Kalaupun nanti hak asuh tidak jatuh ke ta­ngan Nikita ada upaya hukum yang lain. “Kita akan upayakan banding,” tutup Cakra. ***

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya