Berita

Komaruddin-Hidayat

Prof. Komar: Kapan PPP Mau Membangun Kalau Bertengkar Terus? Paradoksal!

MINGGU, 02 NOVEMBER 2014 | 08:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Mantan Rektor UIN Jakarta, Prof. Komaruddin menyayangkan perpecahan yang terjadi di tubuh PPP.

Saat ini, partai berlambang Ka'bah tersebut terbelah menjadi kubu Djan Faridz dan kubu Romahurmuziy.

"Namanya Partai Persatuan Pembangunan. Kapan mau membangun kalau tengkar terus tdk bersatu? Paradoksal," ujar Prof. Komar seperti dikutip dari akun Twitternya, @komar_hidayat pagi ini (Minggu, 2/11).


Dia mengingatkan, partai politik sebaiknya memiliki daya pikat bagi anak-anak bangsa yang cerdas visioner dan berintegritas. "Jgn jadi obyek sinisme," tegasnya.

Secara umum dia melihat, parpol lebih menonjolkan massa dan berebut dominasi kursi di DPR ketimbang ide-ide cerdas visioner yang dikawal oleh kader-kadernya yang handal.

"Masyarakat dan negara Indonesia ini begitu besar. Memerlukan pemimpin dan wakil2 rakyat yg berhati dan berpikiran besar," ungkapnya.

Makanya, dia memperanyakan sekarang gagasan dan pembelajaran apa yang hendak disampaikan wakil-wakil rakyat kepada massa pendukungnya. "Hai temans DPR yg terhornat...pesan apa sesungguhnya yg ingin anda sampaikan pd kami yg anda wakili?"

"Dulu rakyat membantu finansial dan akomodasi bg para politisi pejuang. Skrg politisi yg bagi2 uang pd rakyat. Kemajuan ?" demikian Prof. Komar. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya