Berita

puan-jokowi

Politik

Bentuk DPR Tandingan, PDIP Menjebak Jokowi agar Bisa Dimakzulkan?

JUMAT, 31 OKTOBER 2014 | 05:01 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Fraksi PDIP, Nasdem, PKB, Hanura dan PPP akan membuat pimpinan DPR tandingan. Bahkan, fraksi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat itu akan menggelar Sidang Paripurna hari ini (Jumat, 31/10) untuk melantik pimpinan DPR tandingan itu.

Bagi mantan Staf Khusus Presiden Andi Arief, sulit memahami manuver KIH yang melakukan tindakan tidak lazim tersebut.

Karena itu, dia mencium, sebenarnya ada agenda terselubung di balik manuver partai-partai yang pada Pilpres lalu mendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla.


Manuver tersebut ditengarai bentuk ketidakpuasan PDIP atas penyusunan kabinet oleh Jokowi. Sehingga PDIP memancing agar Jokowi melakukan blunder dengan mendukung DPR versi Koalisi Hebat. Karena sebelumnya, mereka sudah meminta agar Jokowi mengeluarkan Perppu pembatalan UU MD3.

Skenario PDIP, Jokowi bisa di-impeach kalau memenuhi permintaan mereka. Pada saat yang sama, PDIP mempersiapkan Puan Maharani menjadi pendamping Jusuf Kalla, yang akan naik menjadi Presiden kalau Jokowi dimakzulkan.

"Mudah-mudahan informasi yang saya dapat ini salah. Karena tak ada logika politik lain yang bisa menjadi perhitungan," tandas mantan aktivis pergerakan ini seperti dikutip dari laman Facebook-nya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya