Berita

Tekanan Psikologis, Calon Menteri 'Merah' Pilih Mundur atau Jadi Tersangka?

RABU, 22 OKTOBER 2014 | 10:40 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Komisi Pemberantasan Korupsi saat ini dinilai sangat sakti. Stabilo lembaga anti korupsi tersebut lebih dari putusan pengadilan yang "inkracht".

"Itulah hukum di Indonesia," cuit pakar hukum pidana Prof. Romli Atmasasmita di akun Twitternya, @romliatma pagi ini.

Pasalnya, hanya karena diberi stabilo warna merah oleh KPK, nama calon menteri tersebut lansung dicoret oleh Presiden Joko Widodo. Setidaknya itu menjadi headline sebuah harian nasional hari ini, Setelah Ditandai KPK, 10 Nama Calon Menteri Dicoret.


"Spt kasus muhaimin ketua pkb, semula niatnya jadi menteri kabinet djokowi setlh klarifikasi kpk,berubah. Urungkan niat,ada apa?" ungkapnya mempertanyakan.

Dia menengarai, apa ada semacam "tekanan psikologis" kalau tidak berubah niat akan ditetapkan KPK sebagai tersangka.

"Jika benar dugaan sy,kpk tdk boleh mempermainkan hk, hrs tegas dn lanjutkan penyidikan terbk kpd publik dlm kaitan kasus apa?" tekannya lagi.

Malah, dia menegaskan, secara hukum dan moral KPK harus menetapkan nama-nama yang dicoret oleh Jokowi atau yang diberi stabilo merah tersebut sebagai tersangka. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya