Berita

akbar faizal

Apakah 43 Calon Menteri Itu Sudah Tahu Namanya Dimintai Klarifikasi ke KPK?

RABU, 22 OKTOBER 2014 | 07:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Joko Widodo menyerahkan 43 nama calon menteri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk dicek soal dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi. KPK sendiri sudah menyerahkan hasil pelacakannya.

Namun, hasil penelusuran KPK itu sekarang ini menuai polemik. Karena, KPK memberikan catatan misalnya, rapor merah pada menteri yang diduga tidak bersih.

Deputi Tim Transisi Akbar Faizal mengungkapkan, 43 orang tersebut sudah mengetahui namanya dimintai klarafikasi ke KPK.


"Bisa saja dia tahu atau bisa saja dia tidak tahu," jelas Akbar Faizal dalam acara Indonesia Lawyers Club di TVOne tadi malam (Selasa, 21/10).

Kalau memang demikian, alangkah kasihannya orang yang tak ingin jadi menteri tapi namanya dimintai klarifikasi ke KPK. Terkait itu, Akbar tak mau menanggapi.

"Saya tidak ingin terlalu banyak bercerita tentang itu karena nanti jadi lucu," ujarnya.

Karena Akbar sudah menjelaskan, bahwa ribuan nama yang masuk untuk menjadi calon menteri. Nama-nama tersebut kemudian disaring hingga menjadi 43 yang kemudian diserahkan ke KPK.

"Itu nama-nama yang sudah berpikir jadi menteri. Jadi tidak terlalu penting untuk saya jawab," tegasnya.

Menurutnya, meminta klarifikasi ke KPK merupakan sebagai tekad Jokowi untuk membentuk pemerintahan yang bersih. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya