Berita

Jokowi Lamban Umumkan Nama-nama Menteri Karena Libatkan KPK-PPATK

SELASA, 21 OKTOBER 2014 | 21:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sampai sekarang nama-nama menteri belum juga diumumkan Presiden Joko Widodo. Karena Jokowi melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK).

"Saya menilai (pelibatan KPK-PPATK) hal ini justru memperlama kinerja pemerintah. Padahal dalam pidatonya kemarin Jokowi terus mengulang kata 'kerja' berulang kali. Jika kabinet saja belum terbentuk pasti pemerintah tidak bisa bekerja," ujar Ketua Umum Pemuda Pertahanan Nasional (Paperanas) Mora Harahap dalam siaran persnya malam ini (Selasa, 21/10).
 
Dia menjelaskan, penyusunan kabinet merupakan hak perogratif presiden. Namun dengan alasan agar menteri tidak terindikasi masalah hukum kedepan, Jokowi menggandeng KPK dan PPATK. KPK sudah memberikan tanda-tanda khusus terhadap nama-nama yang dianggap bermasalah.


"Jika nama-nama tersebut harus diganti dan diperiksa lagi oleh KPK, bisa saja terjadi kepentingan politik yang sangat besar disana," ungkapnya.

Karena, bisa saja besok ada laporan dari kelompok masyarakat yang mengatakan nama tertentu bermasalah. Padahal kelompok masyarakat itu atas suruhan calon menteri tertentu.

"Oleh karena itu lebih baik Jokowi segera mengumumkan nama-nama kabinetnya agar tidak menimbulkan kecurigaan dari masayarakat," pungkas Mora. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya