Berita

prita kemal gani

Prita Kemal Gani Jadi Tokoh Humas Pilihan SPS

SABTU, 18 OKTOBER 2014 | 08:33 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pendiri dan Direktur London School of Public Relations (LSPR) Jakarta yang juga menjabat Ketua Umum Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) 2011-2014, Prita Kemal Gani, menerima penghargaan untuk kategori Tokoh Humas Pilihan Serikat Perusahaan Pers (SPS).

Dalam rilis yang diterima redaksi, penganugerahan dilakukan pada acara "The 3rd Indonesia Public Relations Awards & Summit (IPRAS) 2014" yang diselenggarakan di The Sahid Rich Jogja Hotel, Jalan Magelang No. 18, KM 6, Yogyakarta.

Sejak pertama kali SPS Awards diberikan pada tahun 2012, penerimanya adalah tokoh-tokoh dengan karakter kepemimpinan otentik, baik dari bidang bisnis, maupun tokoh organisasi sosial dan pemerintah. Pada kategori Tokoh Public Relations Indonesia 2014, SPS yang dipimpin oleh Dahlan Iskan, mengamati dan menilai lebih dari 100 Tokoh Public Relations dan memandang Prita Kemal Gani mempunyai peran besar dan strategis dalam pengembangan dunia kehumasan di Indonesia sehingga layak untuk diberikan penghargaan.
 

 
Prita Kemal Gani telah sukses mengembangkan LSPR Jakarta selama 22 tahun dan menghasilkan lebih dari 15.356 lulusan yang telah menjadi praktisi komunikasi, khususnya public relations di berbagai institusi dalam dan luar negeri. Sehingga, LSPR Jakarta mendapat kepercayaan dari Direktorat Jenderal Bidang Kerja Sama ASEAN Kemenlu RI untuk menjadi Pusat Kajian ASEAN Dalam Perspektif Public Relations (LSPR Centre of Study on ASEAN Public Relations).

Tidak berhenti sampai di situ, kontribusinya di dunia public relations telah mencatatkan sejarah sebagai ketua umum perempuan pertama dalam perjalanan 39 tahun berdirinya Perhumas.

Di bawah kepemimpinan Prita Kemal Gani, organisasi itu menghasilkan berbagai program yang semakin memperkuat peran public relations di berbagai industri dan mengambil peran penting dalam program pemerintah untuk menyamakan standar kompetensi public relations secara nasional. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya