Berita

martin hutabarat/net

Politik

Hilangkan Rasa Sakit Hati Demi Persatuan Indonesia, Prabowo Patut Diteladani

SABTU, 18 OKTOBER 2014 | 07:49 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kesediaan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menerima kedatangan presiden terpilih yang menjadi rivalnya di Pilpres 2014, Joko Widodo, kemarin, adalah contoh sikap negarawan yang patut dipuji.

"Ini menjadi contoh bagi pemimpin-pemimpin bangsa ke depan. Prabowo menghilangkan rasa sakit, marah dan benci terhadap Jokowi karena merasa dihianati di masa lalu, demi kepentingan bangsa lebih besar," kata politisi senior Partai Gerindra, Martin Hutabarat, kepada , beberapa saat lalu.

Prabowo sebetulnya pantas sakit hati karena sudah membesarkan nama Joko Widodo dalam Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 dengan modal politik dan finansial yang tidak sedikit. Tetapi, Prabowo dan tentunya juga Jokowi, menyadari pentingnya rasa persatuan itu ditunjukkan di hadapan seluruh rakyat. Prabowo menunjukkan bahwa seluruh kompetisi politik sebagai akibat rivalitas Pilpres lalu sudah mesti diakhiri.


"Sekarang ini bangsa Indonesia harus bisa menunjukkan pada negara-negara lain, bahwa demokrasi Indonesia bisa menjadi contoh. Pendeknya, Prabowo telah mengukir nama nya sbg negarawan besar sekarang," tegasnya. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya