Berita

sulis/net

Blitz

Sulis Ajak Muslim Terima Perbedaan dalam Demokrasi

KAMIS, 16 OKTOBER 2014 | 20:27 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Selebriti muda, Sulistyowati atau yang akrab disapa Sulis mengkritisi sistem demokrasi yang dianut Indonesia saat ini.

"Kalau mengutip pernyataan Pak Anis Baswedan, demokrasi yang terjadi di Indonesia ini ibarat kran air yang terlalu dibuka hingga dol. Jadi kitanya belum siap berdemokrasi tapi demokrasi yang ada sudah terlalu kuat sehingga amburadul," kata Sulis kepada RMOL (Kamis, 16/10).

Kendati demikian bukan berarti dirinya apatis dan cuek dengan keadaan Indonesia saat ini. Pelantun lagu-lagu religi itu justru berharap agar ada pemimpin-pemimpin bangsa yang bisa menjadi teladan dan mengawal demokrasi di Indonesia dengan baik.


Ia mengapresiasi penyelenggaraan pesta demokrasi yang digelar beberapa waktu lalu. Menurutnya, partisipasi dan keterilibatan generasi muda jelas terlihat dalam penyelenggaraan pemilu kemarin. Hal itu, jelasnya, menunjukkan adanya semangat dan harapan baru masyarakat, khususnya generasi muda pada tokoh-tokoh pemimpin selanjutnya.

Sulis yang namanya melejit setelah berduet dengan penyanyi religius Haddad Alwi dalam album-album Cinta Rasul itu juga menekankan, terutama kepada umat Muslim agar bisa lebih menerima perbedaan.

"Jangan sampai jika kita memiliki pemimpin yang berbeda keyakinan membuat kita tidak patuh," kata Sulis.

"Yang terpenting lihatlah bagaimana cara ia memimpin, jangan lihat agamanya. Yang harus ditolak adalah segala hal yang berdampak pada runtuhnya NKRI," sambungnya.

Wanita berhijab ini juga menuturkan harapannya agar demokrasi di Indonesia dapat lebih matang serta isu SARA dan kampanye hitam tidak lagi terjadi.

"Kalau kita ingin positif tapi dengan menjunjung tinggi negativitas seseorang, maka perlu dipertanyakan lagi sisi positif orang tersebut," tandasnya. [mel]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya