Berita

Jokowi dan Ketua Dewan Syuro PPP,Muaimun Zubair

PPP: Kemungkinan Bergabung ke Jokowi 80 Persen

SELASA, 14 OKTOBER 2014 | 08:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden terpilih Joko Widodo telah menelepon Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali. Bahkan, Jokowi mengucapkan terima kasih karena PPP bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat pada saat pemilihan pimpinan MPR.

Tak hanya itu, Jokowi-SDA bahkan sudah berjanji untuk kopi darat alias menggelar pertemuan.

Informasi tersebut diperoleh Wakil Sekjen PPP Wakil Sekretaris Jenderal PPP Syaifullah Tamliha dari SDA sendiri dalam sebuah kesempatan. "Namun, rencana pertemuan tersebut batal," ujar Tamliha pagi ini (Selasa, 14/10).


Meski begitu, dia menjelaskan, sangat besar kemungkinan partainya mendukung pemerintahan Jokowi-JK. Bahkan, potensinya sebesar 80 persen.

"Yang saya tahu lobi-lobi terus berlangsung. Meski tarik menarik antara KMP dan KIH sangat ketat di internal PPP," jelasnya.

Lebih jauh, dalam acara bincang pagi di Metro TV, dia menambahkan, PPP belum bisa bergabung dengan Jokowi saat ini karena SDA masih menjabat sebagai ketua umum. Sebagai ketum, SDA merupakan presidium Koalisi Merah Putih.

"Sepanjang Pak SDA ketum, dia akan disitu. Tapi sebentar lagi dia akan berhenti jadi ketum. Dia tidak bisa mencalonkan lagi (menjadi ketum) karena sudah dua periode. Kita tunggu perkembangan beberapa hari ini. Apalagi muktamar selesai sebelum tanggal 20," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya