Berita

Tepis Nazaruddin, Saipem Indonesia Bantah Punya Hubungan Bisnis dengan Ibas

SABTU, 11 OKTOBER 2014 | 20:54 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

PT Saipem Indonesia tidak pernah memiliki hubungan bisnis baik dengan Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) ataupun mantan Bendahara Umum DPP Partai Muhammad Nazaruddin.

Selain itu, PT Saipem Indonesia juga tidak menerima kontrak senilai 150 juta dolar dari Peraturan Task Force Khusus Hulu Migas,Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Penegasan itu disampaikan External Relations Manager PT Saipem Indonesia, Riatna JEO menanggapi pernyataan Nazaruddin yang menyatakan perusahaan mereka punya hubungan bisnis dengan putra SBY itu.


Seperti dilansir Antara, Riatna JEO menjelaskan, PT Saipem Indonesia mengutamakan menjaga reputasi baik dan memperingatkan berbaga pihak tidak memberikan pernyataan salah menyangkut perusahaan itu.

Sebelumnya, Nazaruddin menegaskan Ibas terlibat dalam proyek pengeboran minyak lepas pantai di SKK Migas. "Proyek SKK Migas, uang di Wisma Atlet, Mas Ibas ada terima, pembangunan (pengeboran) off shore, lepas pantai," kata Nazaruddin, saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/10).

Hal tersebut diungkapkan Nazaruddin saat diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna Sumatera Selatan 2010-2011.

"(Ada lagi) beberapa (anggota) Komisi VII (yang terima), Sutan Bhatoegana, karena Sutan pernah dimarahi Mas Ibas disuruh mundur di kasus PT Saipem yang dimenangkan Mas Ibas," kata Nazaruddin.

PT Saipem Indonesia sendiri pernah muncul dalam sidang perkara mantan Ketua SKK Migas, Rudi Rubiandini. PT Saipem pernah berkompetisi dengan perusahaan lain yaitu PT Timas Suplindo yaitu perusahaan dimana Bhatoegama pernah menjadi wakil direktur di perusahaan itu. Proyek di SKK Migas itu pun akhirnya dimenangi PT Timas.

Sedangkan di proyek lain, PT Timas pernah berkompetisi dengan PT Rajawali Swiber Cakrawala, Ibas disebut dekat dengan direktur PT Rajawali, Deni Karmaina.

Deni berupaya agar PT Saipem yang dikawalnya dimenangkan dalam tender proyek off shore Chevron di SKK Migas. Pihak Karmaina, menurut tenaga ahli bidang operasi di SKK Migas, Gerhard Rumeser, berharap agar PT Timas yang dibawa Bhatoegana kalah tender. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya