Berita

Riyanti Sofyan dan Marshanda

Blitz

Versi Ibunya, Marshanda Menikmati “Pemasungan”

SABTU, 09 AGUSTUS 2014 | 10:07 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Lihat rekaman video, memang benar sih Chacha  nampak gembira saat dirawat. Entah versi siapa yang benar.

Cerita “pemasungan” Marshanda (Chacha) memasuki babak baru. Ini setelah Riyanti Sofyan menggelar jumpa pers di rumahnya, Jalan Lembang, Jakarta Pusat, kemarin. Riyanti ditemani kedua adik Chacha, Adrian dan Alyssa.

Secara garis besar, publik yang mengikuti pemberitaan Chacha “dipasung”, dipercaya bakal kebingungan. Sebab, “pemasungan” versi Chacha via pengacara OC Kaligis sangat kontras dengan “pemasungan” versi Riyanti sebagai keluarga.
Berjilbab warna krem, Riyanti, sang janda ayu ini mulanya mengklarifikasi pemberitaan di infotainment yang merujuk pada keterangan Chacha dan Kaligis.

Berjilbab warna krem, Riyanti, sang janda ayu ini mulanya mengklarifikasi pemberitaan di infotainment yang merujuk pada keterangan Chacha dan Kaligis.

“Tidak seperti diberitakan di media. Saya melakukan ini hanya ingin menyelamatkan anak. Saya ingin melakukan yang terbaik. Semua orangtua pasti akan melakukan hal sama,” ungkap Riyanti.

Sikap Chacha telah banyak berubah dari yang diketahui. Mulai dari menggugat cerai Ben Kasyafani, hingga membuka jilbab yang sudah dikenakan. Itu adalah perubahan sikap yang didasari dari kondisi anaknya yang terganggu. “Kok sekarang malah saya diputarbalikan,” lanjutnya.

Untuk membenarkan klaimnya, Riyanti juga memperlihatkan video di Ipad Mini saat Chacha “dipasung”. Dalam video tersebut, terlihat Chaca memang sangat nyaman berada di ruangan 106 RS Abdi Waluyo. Bahkan Chacha terlihat tertawa gembira saat bermain dengan anaknya, Sienna. Dari situ, Riyanti heran mengapa Kaligis bisa menyebut Chacha dipasung.

“Kita bisa ngobrol, mendapat kemesraan layaknya keluarga. Saya bisa tunjukan videonya di sini. Kalau dia masuk ke rumah sakit dengan ruangan nyaman, saya bawain makanan. Makan sama-sama dia,” ungkap Riyanti.

“Dia malah merasa kok jenguknya sebentar. Dia dengan senang hati dijenguk. Sangat berbeda dengan apa yang diberitakan. Dia becanda sama Sienna,” lanjutnya.

Riyanti juga tak terima jika dirinya disebut melakukan penjemputan paksa. Katanya, Chacha dijemput karena melanggar peraturan dokter pribadinya yang telah mendampingi Chacha sejak lama.

Setelah mendengar cerita dokter, ternyata Chacha tak meminum obat selama empat bulan terakhir. Jika itu terus dilanjutkan, maka sikap Chacha akan terus berubah-ubah di luar dugaan.

“Soal penjemputan paksa, saya akan cerita kronologisnya. Sebelum lakukan penjemputan itu saya tanya ke dokter. Dokter menyampaikan ternyata dia nggak jalankan treatment-nya dan minum obat selama empat bulan. Gimana kalau dia nggak minum, dia akan melakukan hal-hal impulsif. Apakah saya sebagai orangtua akan mendiami anak melakukan hal-hal itu. Tentu tidak,” ungkap Riyanti.

Selanjutnya, ia merasa sikap Chacha makin aneh. Malah Riyanti bilang tidak tahu tiba-tiba Chacha menggugat cerai Ben.

“Kelakuan dia berubah empat bulan ini. Berita dia gugat cerai, saya nggak tahu-menahu. Semua tindakan sangat implusif, lalu ke sininya dia kok buka jilbab?” ucapnya keheranan.

Sebelumnya, ada kabar dari kuasa hukum Chacha yang menyebut bahwa pihak keluarga tak suka sang artis berganti manajer dan hidup mandiri. Dalam jumpa pers tersebut, Riyanti seolah ‘membenarkan’ kabar itu.

“Jujur, saya sangat lega jika Marshanda ditangani manajer lain, sehingga nggak perlu khawatir dan capek. Tapi manajer seperti apa dulu. Apakah dia manajer yang profesional, tahu moral dan etika hidup yang wajar, seorang yang hormat sama keluarga dan respek sama apa yang sudah saya rintis,” papar Riyanti.

Ketidaksukaan Riyanti makin tampak nyata saat ia menuding bahwa manajer baru Chacha yang bernama Sandy terlalu membatasi pertemuan Chacha dan keluarga.

“Contoh paling fatal, saat adiknya mau ambil baju, manajernya bilang ke pihak apartemen kalau dia terganggu privacy-nya,” ujar Riyanti.  ***

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya