Berita

Bill Clinton

Dunia

Bill Clinton Kunjungi India, Vietnam, Indonesia, Papua Nugini, dan Australia Bulan Ini

SABTU, 05 JULI 2014 | 12:36 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, berencana akan melakukan kunjungan ke India pada bulan ini. Dalam kunjungannya itu, Clinton akan membahas masalah isu-isu penting seperti kesehatan global, peningkatan akses terhadap obat-obatan, perubahan iklim, dan pembangunan ekonomi.

Tidak hanya India, ia juga akan mengunjungi negara-negara lainnya yaitu Vietnam, Indonesia, Papua Nugini, dan Australia sebagai bagian dari komitmennya untuk wilayah Asia Pasifik yang menjadi sorotan Clinton Foundation yang didirikan presiden ke-42 AS tersebut.

Di India, Clinton diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Jaipur pada 16 Juli di mana ia akan mengunjungi dapur yang merupakan bagian dari program makan siang di sekolah untuk lebih dari satu juta anak-anak setiap hari di seluruh India.


Program ini merupakan bagian dari komitmen Clinton Global Initiative to Action yang dibuat oleh LSM Akshaya Patra dan Deshpande Foundation.

Selain Jaipur, suami dari Hillary Clinton itu juga akan mengunjungi sebuah sekolah dan pusat komunitas di Lucknow melalui Clinton Health Access Initiative yang menyediakan pelatihan kesehatan dan informasi tentang penggunaan seng dan garam rehidrasi oral untuk mengobati diare, serta mendidik ibu-ibu melalui kelompok swadaya dan anak-anak sekolah melalui di kelas-kelas mengenai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).

"Sejak sudah tidak lagi menjabat presiden, Clinton telah difokuskan pada wilayah Asia Pasifik untuk meningkatkan akses Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) melalui Clinton Health Access Initiative, mendukung komitmen untuk filantropi global melalui Clinton Global Initiative (CGI) dan mengatasi penyebab perubahan iklim melalui Clinton Climate Initiative," kata sebuah pernyataan dari Clinton Foundation, seperti dikabarkan Press Trust India. [zul]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya