Berita

Dunia

Rusia Jamin Tak Berdiam Diri Perangi Terorisme di Suriah

MINGGU, 29 JUNI 2014 | 14:24 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov melakukan kunjungannya ke Suriah untuk menemui Presiden Bashar Al-Assad, Sabtu (28/6).

Dalam pertemuan itu Ryabkov memberikan ucapan selamat kepada Assad yang terpilihnkembali sebagai presiden untuk ketiga kalinya dalam Pemilu 3 Juni lalu.

Sementara itu, Assad mengungkapkan rasa terima kasih terhadap dukungan Rusia dan menekankan bahwa pemerintahannya mau terus bekerja sama terkait isu-isu yang menyangkut kepentingan kedua negara. Assad juga menggarisbawahi bahaya yang tumbuh dari terorisme dan radikalisme, serta ancaman bagi keamanan dan stabilitas regional.


Dia meminta semua negara yang bersangkutan untuk berdiri bersama-sama, dan memerangi terorisme dengan segala cara yang mungkin bisa dilakukan.

Menanggapi pernyataan Assad, Ryabkov menegaskan bahwa Rusia tidak akan berpangku tangan terhadap terorisme merajalela di Suriah.

"Rusia tidak akan berpangku tangan terhadap upaya kelompok-kelompok untuk menyebarkan terorisme di Suriah," kata Ryabkov dalam konferensi persnya di ibukota Damaskus, tanpa merinci bagaimana negaranya akan bereaksi terhadap isu-isu tersebut, seperti dikutip kantor berita resmi Suriah, SANA.

Dia juga mengatakan terorisme sangat tidak dibenarkan, harus diperangi dan dihilangkan terlepas dari keadaan apapun atau berada di bawah naungan apapun, mengacu pada serangan terbaru yang dipimpin oleh Negara Islam di Irak dan Levant (ISIL), sebuah kelompok militan jaringan Al-Qaida.

Tidak hanya itu, Ryabkov juga mendesak upaya lebih, langkah-langkah terpadu, dan posisi yang kuat dari semua pihak guna mengubah gelombang terorisme.[wid]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya