Berita

net

Dunia

Tak Bisa Lagi Calonkan Diri, Presiden Antusias Gunakan Hak Suara

SABTU, 14 JUNI 2014 | 12:39 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Warga Afganistan kembali rayakan pesta demokrasi untuk memilih pemimpin negara pengganti Hamid Karzai hari ini (Sabtu, 14/6).

Kendati tak lagi bisa mencalonkan diri lantaran telah menduduki kursi presiden selama dua periode, Karzai tetap antusias menggunakan hak suaranya.

Didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi, Karzai tiba di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di sekolah Amani yang terletak tak jauh dari istana negara pada sekitar pukul 7.45 waktu setempat.


Sebelum menggunakan hak suaranya, Karzai menyerukan kepada semua pemilih untuk berpartisipasi dalam pemilu.

"Hari ini adalah hari bersejarah di Afghanistan. Saya mendorong semua warga Afghanistan untuk mengunjungi TPS dan memberikan suara mereka untuk masa depan yang cerah, untuk presiden baru dan pemerintah baru," kata Karzai, seperti dikutip The Guardian.

Dalam pemilu kali ini, mantan menteri luar negeri Abdullah Abdullah dan mantan ekonom Bank Dunia Ashraf Ghani bersaing memperebutkan kursi presiden di tengah menurunya bantuan internasional.

Pemilu tersebut merupakan putara kedua setelah delapan kandidat presiden tidak ada yang memperoleh kemenangan langsung pada pemilu yang digelar 5 April lalu.

Pada pemilu putara pertama, Abdullah diketahui meraup 45 persen suara, sedangkan Ahmadzai meraup 31,6 persen suara dari sekitar 7 juta suara. [mel]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya