Berita

net

Pertahanan

Inilah Rencana Aksi Prabowo-Hatta Menuju Negara Maritim yang Berdaulat

RABU, 11 JUNI 2014 | 17:48 WIB | LAPORAN:

Merancang dan membangun Indonesia sebagai negara maritim yang berdaulat, bermartabat dan berdaya saing tidak mudah. Di sisi lain, segala persyaratan yang dimiliki Indonesia sangat memungkinkan mewujudkannya.

Proses menuju ke sana butuh waktu yang tidak singkat, dan dalam mempersiapkannya diperlukan tahapan-tahapan yang matang dengan perencanaan yang konprehensif. Ibarat membangun sebuah rumah, tentu dimulai dari proses perencanaan lalu memulainya pembangunan dengan memperkokoh pondasi.

Demikian disampaikan calon wakil presiden, Hatta Rajasa, dalam launching Hari Nusantara di deapan sekitar 300 mahasiswa se-Indonesia di Gedung Merdeka Bandung (Rabu, 11/6).


Jika dipercaya rakyat untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan, Hatta bersama calon presiden, Prabowo Subianto, sudah menetapkan langkah-langkah yang akan ditempuh. Semuanya dalam rangka menjadikan Indonesia negara maritim yang berdaulat, bermartabat dan berdaya saing.

Langkah itu antara lain, mengubah paradigma bangsa kembali menjadi bangsa maritim melalui pendidikan dan pembentukan karakter SDM yang handal melalui menyusunan kurikulum berbasis maritim di semua jenjang pendidikan.

Kemudian, membuat Maritime Policy sebagai pondasi dalam membangun Indonesia manjadi negara maritim melalui sinkronisasi kebijakan-kebijakan yang sudah ada dan membuat kebijakan lain untuk melengkapi landasan hukum dalam membangun Indonesia menjadi negara maritim.

"Lalu kami akan membuat grand desain pembangunan maritim dan merestruksturisasi lembaga negara yang akan melaksanakan kebijakan-kebijakan tersebut," katanya.

Action plan dan implementasi pembangunan maritim akan difokuskan pada 10 prioritas, yaitu Menyusun Tata Kelola Laut dalam konsepsi Negara Maritim, Pengembangan IPTEK Maritim, Pengembangan Infrastruktur Maritim, Pemerataan Pembangunan Industri dan Jasa Maritim di seluruh wilayah NKRI, Pembangunan Sistem Transportasi Laut yang sinkron dengan Sistem Logistik Nasional, Membangun Sistem Pertahanan dan Keamanan Maritim yang tangguh dan berkelas dunia, Pengembangan Perikanan Laut yang berdaya saing.

Kemudian, Optimalisai Potensi Migas dan Mineral di laut serta Ocean Energy, Pelestarian Lingkungan Maritim, dan Pembangunan Sistem Mitigasi Bencana sebagai konsekuensi Indonesia berada pada ring of fire. [ald]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya