Berita

net

Kesehatan

Pecahkan Misteri MERS, Ilmuan Teliti Sejumlah Hewan

SELASA, 27 MEI 2014 | 10:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tim ilmuan akan melakukan tes kesehatan pada sejumlah hewan seperti kucing, anjing, dan bahkan tikus untuk memahami misteri dari infeksi Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

Sebelumnya, penyebab virus tersebut telah ditemukan secara luas pada hewan unta. Namun para peneliti memprediksi bahwa virus tersebut dapat bersembunyi di hewan lain terutama yang kerap berinteraksi dengan manusia.

Sindrom pernafasan yang baru ditemukan pada tahun 2012 lalu itu telah menewaskan total 200 orang secara global. Kasus perdana MERS ditemukan pada seorang pasien asal Arab Saudi.


Hingga saat ini terdapat hampir 600 kasus infeksi MERS yang ditemukan di seluruh dunia. 30 persen di antaranya mengalami kondisi yang kritis.

Sejak angka penderita yang semakin meningkat, ilmuan mencoba menguji hewan di kawasan Timur Tengah untuk mencari tahu penyebab pasti penyebaran virus.

Dengan menggunakan sampel darah dari unta di pulau Canary, peneliti Belanda berhasil menemukan antibodi pertama dari penyakit itu.

Penelitian terbaru menemukan bahwa versi virus yang beredar pada manusia tidak bisa dibedakan dari versi virus yang ditemukan pada unta.

Namun salah seorang peneliti, Dr Thomas Briese dari Columbia University menyebut bahwa masih banyak pertanyaan yang belum terjawab tentang penyakit tersebut.

Pasalnya, bila unta hanyalah satu-satunya rute infeksi virus, maka penyakit tersebut seharusnya lebih banyak menyebar di kalangan orang-orang yang kerap berinteraksi dengan unta. Sedangkan pada kenyataanya, terdapat sejumlah kasus orang yang meninggal akibat MERS tidak memiliki kontak atau interaksi dengan unta.

"Dalam beberapa kasus ada kontak dengan hewan atau unta tetapi dalam kasus lainnya tidak, sehingga tidak ada gambaran yang jelas belum definitif," jelas Briese seperti dilansir BBC (Senin, 26/5).

Ia juga menjelaskan bahwa sejumlah hewan seperti kambing dan domba juga pernah diuji, namun tidak menunjukan adanya indikasi penularan virus.

"(Hewan) lain yang kita cari tahu lebih dalam adalah kucing, anjing di mana ada kontak yang lebih intim (dengan manusia) dan hewan liar lain," sambungnya. [mel]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya