Berita

antasari azhar/net

Hukum

MK Tolak Pencabutan UU Kejaksaan

KAMIS, 24 APRIL 2014 | 19:23 WIB | LAPORAN:

Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permintaan Antasari Azhar untuk menarik pengujian Pasal 8 ayat (5) UU 16/2004 tentang Kejaksaan.

Permintaan tersebut ditolak atas dasar pengujian perkara tersebut telah diputuskan dalam rapat permusyawaratan hakim (RPH). Antasari sendiri melalui kuasa hukumnya, Boyamin Saiman menyampaikan permintaan penarikan tersebut pada 11 April 2014 lalu.

"Menurut Mahkamah, oleh karena permohonan a quo telah diputus dalam Rapat Permusyawaratan Hakim sebelum diajukannya permohonan pencabutan a quo maka permohonan pencabutan atas permohonan tersebut dikesampingkan,diterima," ujar Ketua Majelis MK, Hamdan Zoelva saat membacakan sidang putuannya di ruang sidang utama MK, Jakarta, Kamis (24/4).


Mahkamah sendiri dalam putusannya menolak uji materi tersebut. Menurut Mahkamah, permohonan para pemohon tidak terbukti dan tidak berlasan menurut hukum.

"Menolak permohonan pemohon I, pemohon II dan III tidak dapat diterima," lanjut Hamdan.

Pemohon II dan III dianggap Mahkamah tidak memiliki kedudukan hukujm (legal standing) untuk mengajukan permohonan a quo.

Sebelumnya, Antasari Azhar mengajukan uji materi UU 16/2004 pasal 8 ayat 5 tentang kejaksaan. Antasari menilai hak konstitusionalnya dilanggar karena sesuai aturan tersebut, harus ada izin dari Kejaksaan Agung agar dia bisa diperiksa.[wid]

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya