Berita

ratu atut chosiyah/net

Hukum

Akil dan Atut Ketemu di Singapura, Atut Minta Dibantu di Tiga Pilkada

KAMIS, 24 APRIL 2014 | 12:40 WIB | LAPORAN:

. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar, mengakui pernah bertemu Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, di Singapura. Di pertemuan itu, Atut ikut menyinggung penanganan sengketa Pilkada di wilayah Banten.

"Saya pernah ketemu tapi di bandara, (karena) satu pesawat," terang Akil saat bersaksi untuk terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (24/4).

Akil menyatakan, tujuan kepergiannya ke Singapura sama sekali tak berkaitan dengan Pilkada melainkan untuk berobat. Saat bertemu, Atut menanyakan kepadanya soal permohonan sengketa hasil Pilkada di wilayah Banten.


"Waktu itu belum ada perkara masuk untuk Banten, karena waktu itu saya ke Singapura kepentingan berobat," terang dia.

Dalam pertemuan singkat itu, Atut menyampaikan agar dibantu dalam penanganan sengketa di Mahkamah Konstitusi. Tiga Pilkada yang disinggung Atut dalam pembicaraan adalah Kabupaten Lebak, Kota Tangerang dan Serang.

"Setelah berbicara, Beliau mengatakan ya kalau bisa dibantu, dibantulah. Saya menjawab saya tidak bisa memastikan, tapi kita lihat proses perkara dulu," terangnya.

Jaksa KPK, Dzakiyul Fikri, kemudian bertanya kembali ke Akil.

"Apakah dengan jawaban seperti itu saudara memberi peluang memberi bantuan?" tanya dia.

"Tidak. Kalau saya memberi peluang, saya menyatakan bisa membantu," jawab Akil.

Selebihnya, Akil membantah pernah melakukan pertemuan di JW Marriot Singapura. Padahal, Wawan dalam persidangan Kamis (17/4) menyebut pertemuan antara dirinya, Atut dan Akil dilakukan di JW Marriot. [ald]

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya