Berita

net

Hukum

Petinggi BCA Sempat Tidak Percaya Kantornya Digeledah KPK

SELASA, 22 APRIL 2014 | 16:13 WIB | LAPORAN:

Setelah penetapan tersangka Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Hadi Purnomo, dikabarkan bahwa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di Menara Bank Central Asia (BCA), Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, Selasa (22/4)

Tetapi, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiaatmadja, sempat membantah kantornya digeledah penyidik KPK.

"Sejauh ini tidak ada," ungkap Jahja dalam konfrensi pers di Menara BCA, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa siang (22/4).


Penegasan itu bertolak belakang dengan informasi yang disampaikan Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas, di kantornya beberapa saat lalu. Menurutnya, tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Menara BCA, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (22/4).

Penggeledahan saat ini bertalian dengan penyidikan kasus dugaan korupsi permohonan keberatan Bank Central Asia (BCA) yang menjerat bekas Dirjen Pajak, Hadi Purnomo, sebagai tersangka.

Walau begitu, Busyro tak merinci ruang apa saja yang "diacak-acak" oleh penyidik KPK di Menara BCA. Dia juga tidak sebutkan alasan KPK memilih kantor pusat BCA itu sebagai sasaran pertama dalam penyidikan ini.

Kemarin, Ketua KPK Abraham Samad menjelaskan bahwa Ketua BPK Hadi Purnomo dalam kapasitasnya sebagai Direktur Jenderal Pajak pada tahun 2002-2004 diduga melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang terkait permohonan keberatan Pajak BCA selaku wajib pajak pada 1999 sebesar Rp 5,7 triliun. [ald]

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya