Berita

ilustrasi/net

Tidak Ada Kemenangan Jokowi Tanpa Kemenangan Besar PDI Perjuangan

SABTU, 05 APRIL 2014 | 09:30 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ada upaya sistematis di berbagai daerah untuk mengekerdilkan suara PDI Perjuangan dengan jalan membangun isu dan pemahaman publik untuk mendikotomikan kemenangan Jokowi dalam pilpres dengan kemenangan PDI Perjuangan pada 9 April mendatang. Upaya ini pun dijalankan begitu massif oleh partai politik tertentu.

Demikian disampaikan politisi PDI Perjuangan, Fahmi Alhabsy. Fahmi pun mengingatkan, logika Jokowi yes dan PDIP no, dengan memilih Jokowi saja dalam Pilpres  tanpa memilih PDI Perjuangan dalam pileg 9 april bagaikan ingin mendapatkan sebuah bunga yang  indah tapi tidak mau menanam dan memupuk. Dan tentu saja, harapan rakyat dan publik ingin Jokowi menang pilpres akan sulit terwujud tanpa melalui proses kemenangan besar PDI Perjuangan dalam pileg melebihi 30 persen suara itu.

Fahmi pun menjelaskan, adanya kelucuan dari agenda anomali elit parpol tertentu ini. Di satu sisi, tidak menginginkan PDI Perjuangan menang signifikan dalam pileg 9 April, tapi juga tidak menginginkan capres yang diusung mereka menang pilpres Juli nanti.


"Pertarungan dalam internal tubuh parpol ini realistis dan meyakini bahwa capres yang diusungnya sulit memenangkan pilpres, tapi juga tidak siap jika harus  kehilangan kesempatan masuk kembali dalam koalisi seandainya Jokowi memenangkan pilpres," kata Fahmi kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 5/4).

Ia menambahkan jika PDI Perjuangan bisa ditekan suara perolehannya dalam pileg nanti, akan membuat parpol ini membuat posisi tawar mereka dengan PDI Perjuangan dalam pilpres  menjadi tinggi. Namun bagi agenda perbaikan bangsa ini menjadi sangat tidak strategis, seandainya harapan rakyat saat ini bahwa koalisi kedepan yang dibangun adalah menyamakan platform Trisakti menuju Indonesia baru, dan meninggalkan politik dagang sapi yang dilakukan periode sebelumnya yang terbukti tak efektif.

"Publik harus memahami bahwa tidak ada kemenangan Jokowi dalam pilpres, tanpa kemenangan besar PDI Perjuangan empat hari lagi. Dukungan publik dan rakyat  pada PDI Perjuangan dalam pileg 9 April nanti  menjadi kunci harapan bagi pencapresan dan kemenangan Jokowi dalam pilpres kelak, " demikian Fahmi. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya